Namun menurut Zaenal, dalam pertemuan tersebut Bupati justru mengajaknya untuk bergabung dan mendukung pemerintahannya.
“Tapi apa yang ibu Bupati sampaikan ke saya, beliau hanya mengatakan, dek saya butuh orang seperti kamu untuk mengawal saya di pemerintahan. Saya butuh Enal untuk berdiri di samping saya ke manapun dia pergi,” ungkapnya.
Ajakan tersebut, kata Zaenal, ditolaknya secara tegas.
“Saya tidak akan pernah merapat ke ibu Bupati kalau di rujab belum steril. Dan media saya tidak akan pernah saya gabungkan di Pemda Kabupaten Gowa,” katanya.
Ia bahkan menegaskan medianya telah berdiri selama delapan tahun tanpa pernah menerima anggaran dari Pemerintah Kabupaten Gowa.
“Saya sampaikan ke ibu Bupati, selama saya masih usaha jualan bawang, saya masih bisa hidup,” ujarnya.
Dalam kesaksiannya, Zaenal juga mengaku ponselnya sempat disita saat pertemuan dengan Bupati.

