Dalam kesaksiannya, Rizkila kemudian menceritakan kronologi yang menurutnya menjadi awal munculnya ketidaksenangan tersebut.
Ia mengaku memiliki hobi bermain tenis dan sering bermain di lapangan tenis Rumah Jabatan Bupati Gowa yang terbuka untuk umum.
Suatu ketika ia datang bermain tenis bersama seorang teman perempuan.
Menurut Rizkila, saat itu seorang staf rumah jabatan bernama Yusran menghampiri temannya dan terjadi percakapan hingga keduanya saling bertukar nomor telepon.
Setelah kegiatan tenis selesai, Rizkila mengaku pulang dan tidak mengetahui komunikasi lanjutan antara temannya dengan Yusran.
Belakangan, kata Rizkila, ia mengetahui temannya pernah diajak karaoke oleh Yusran bersama Muhammad Basri alias Basri Kajang.
“Saya tidak pernah ikut dan tidak pernah menawarkan teman saya kepada siapa pun. Saya juga tidak pernah berkomunikasi soal itu,” tegasnya.

