Indra menilai pencopotan maupun perusakan spanduk tidak akan menghilangkan kekecewaan masyarakat terhadap kondisi yang terjadi.

“Kau cabut tulisan di tiang bambu, tapi kau tak akan bisa mencabut luka dan pengkhianatan yang kami rasa. Spanduk boleh sobek, Siri’ kami tidak. Pacce kami kepada sesama rakyat yang tertindas justru semakin menguat,” lanjutnya.

Ia juga menantang pihak yang diduga merobek spanduk untuk menyampaikan perbedaan pendapat secara terbuka.

“Jika berani, hadapi kami dengan argumen, bukan dengan merobek. Karena orang ber-Siri’ berjuang terang-terangan, bukan bersembunyi di balik pengrusakan,” pungkasnya.

Hingga kamis Dini hari, Posko Siri’ Na Pacce Gowa masih berdiri di depan Gedung DPRD Gowa.

Bahkan sejumlah warga juga terlihat datang membawa makanan dan minuman sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat dan mahasiswa yang berjaga di posko tersebut sambil mengawal jalannya proses Hak Angket DPRD Gowa.