GOWA, INTILIPUTAN – Sejumlah masyarakat bersama mahasiswa mendirikan Posko Siri’ Na Pacce Gowa di depan Gedung DPRD Gowa, Jalan Masjid Raya, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (2/7/2026).

Pantauan di lokasi, posko tersebut telah berdiri sejak Selasa kemarin. Warga dan mahasiswa tampak bergotong royong mendirikan tenda serta memasang sejumlah spanduk yang berisi tuntutan agar Bupati Gowa mundur dari jabatannya atau di mundurkan.

Pendirian posko itu disebut sebagai bentuk dukungan terhadap proses Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Gowa yang saat ini tengah berjalan.

Aksi tersebut juga disebut sebagai simbol mosi tidak percaya terhadap Bupati Gowa, Husniah Talenrang yang diduga menyalahgunakan wewenangnya sebagai bupati.

Di lokasi, terbentang sejumlah spanduk bertuliskan “Posko Siri’ Na Pacce Gowa, Bupati Gowa Mundur Sekarang”, “Skandal Mencoreng Marwah”, hingga “Bupati Gowa Harus Mundur atau Dimundurkan.” Pada salah satu spanduk juga terlihat gambar yang menyerupai sosok bupati dengan kepala tertunduk.

Koordinator Suara Siri’ Na Pacce Gowa (SPPG), Indra Gunawa, mengatakan posko tersebut menjadi simbol perjuangan masyarakat dalam mengawal proses yang sedang berlangsung di DPRD Gowa.

“Posko ini menjadi monumen hidup bahwa benteng pertahanan moralitas dan konstitusi di Gowa kini berpusat di DPRD Gowa,” kata Indra.

Menurutnya, aliansi moral antara masyarakat dan DPRD diharapkan menjadi kekuatan untuk mengawal terungkapnya fakta secara transparan, objektif, dan berkeadilan.

“Aliansi moral antara rakyat dan parlemen ini dipastikan akan menjadi kekuatan utama yang mampu menguak kebenaran secara transparan, objektif, dan berkeadilan di hadapan publik,” ujarnya.

Namun, tak lama setelah posko berdiri, pihaknya mengaku spanduk yang dipasang sempat dirobek oleh orang yang belum diketahui identitasnya.

Meski demikian, Indra menegaskan aksi tersebut tidak akan menghentikan perjuangan mereka.

“Terima kasih karena dengan tanganmu sendiri, kau buktikan bahwa Siri’ na Pacce tak lagi kau junjung. Kau robek kain spanduk, tapi kau tak akan bisa merobek suara rakyat,” tegasnya.

Indra menilai pencopotan maupun perusakan spanduk tidak akan menghilangkan kekecewaan masyarakat terhadap kondisi yang terjadi.

“Kau cabut tulisan di tiang bambu, tapi kau tak akan bisa mencabut luka dan pengkhianatan yang kami rasa. Spanduk boleh sobek, Siri’ kami tidak. Pacce kami kepada sesama rakyat yang tertindas justru semakin menguat,” lanjutnya.

Ia juga menantang pihak yang diduga merobek spanduk untuk menyampaikan perbedaan pendapat secara terbuka.

“Jika berani, hadapi kami dengan argumen, bukan dengan merobek. Karena orang ber-Siri’ berjuang terang-terangan, bukan bersembunyi di balik pengrusakan,” pungkasnya.

Hingga kamis Dini hari, Posko Siri’ Na Pacce Gowa masih berdiri di depan Gedung DPRD Gowa.

Bahkan sejumlah warga juga terlihat datang membawa makanan dan minuman sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat dan mahasiswa yang berjaga di posko tersebut sambil mengawal jalannya proses Hak Angket DPRD Gowa.