
“Posko ini menjadi monumen hidup bahwa benteng pertahanan moralitas dan konstitusi di Gowa kini berpusat di DPRD Gowa,” kata Indra.
Menurutnya, aliansi moral antara masyarakat dan DPRD diharapkan menjadi kekuatan untuk mengawal terungkapnya fakta secara transparan, objektif, dan berkeadilan.
“Aliansi moral antara rakyat dan parlemen ini dipastikan akan menjadi kekuatan utama yang mampu menguak kebenaran secara transparan, objektif, dan berkeadilan di hadapan publik,” ujarnya.
Namun, tak lama setelah posko berdiri, pihaknya mengaku spanduk yang dipasang sempat dirobek oleh orang yang belum diketahui identitasnya.
Meski demikian, Indra menegaskan aksi tersebut tidak akan menghentikan perjuangan mereka.

“Terima kasih karena dengan tanganmu sendiri, kau buktikan bahwa Siri’ na Pacce tak lagi kau junjung. Kau robek kain spanduk, tapi kau tak akan bisa merobek suara rakyat,” tegasnya.





