
“Saya sebagai orang Gowa merasa bangga, karena beliau tetap memegang prinsip kebenaran,” lanjutnya.
Ia juga menyinggung bahwa upaya mengingatkan telah dilakukan secara serius dan berulang, namun belum membuahkan hasil yang diharapkan. Kondisi ini, menurutnya, menjadi cerminan penting dalam melihat persoalan secara objektif.
Lebih jauh, Kasim Sila mengutip pernyataan yang menurutnya sangat relevan dan sarat makna, yakni perbedaan antara hubungan darah dan kebenaran.

“Hubungan darah, meskipun dicuci dengan seluruh lautan, tetaplah hubungan darah. Namun kebenaran, meskipun diuji dengan seluruh bumi dan lautan, tetaplah kebenaran,” ujarnya.
Pernyataan tersebut, kata dia, menjadi penegasan bahwa kebenaran tidak boleh dikompromikan, sekalipun berhadapan dengan kepentingan keluarga atau kedekatan personal.





