Namun peristiwa itu meninggalkan luka batin yang mendalam.
“Di situ saya seperti tidak punya harga diri, Pak Dewan,” ucapnya dengan nada emosional.
Menurut Bu Desa, selama mendampingi Basri Kajang dan berada di lingkungan rumah jabatan, dirinya bersama sang suami kerap ditempatkan dalam situasi yang sulit.
Mereka mengaku harus meninggalkan urusan keluarga demi memenuhi berbagai kebutuhan Basri Kajang yang disebut mendapat perhatian khusus dari Bupati Gowa.
Bahkan Bu Desa mengaku pernah harus meninggalkan anaknya sendiri demi menjalankan tugas mendampingi Basri Kajang bersama suaminya.
Kesaksian tersebut semakin memperkuat pengakuan sebelumnya dari Becam yang menyebut dirinya memang ditugaskan secara khusus oleh Husniah Talenrang untuk mendampingi Basri Kajang.

