“Saya mengetahui proyek ini dari marketing. Setelah itu dibentuk tim untuk menangani pekerjaan tersebut,” ujar Maria.
Yusuf kemudian mempertanyakan sejauh mana keterlibatan direktur dalam proses proyek.
Maria mengaku dirinya tidak terlibat langsung dalam proses komunikasi awal maupun pencarian proyek.
Menurutnya, tugasnya lebih banyak pada pengelolaan bisnis retail perusahaan, sementara proyek pengadaan ditangani tim tersendiri.
“Saya lebih fokus pada retail. Untuk proyek ini ada tim yang dibentuk khusus,” jelasnya.
Sejumlah anggota DPRD kemudian mempertanyakan bagaimana mungkin seorang direktur tidak mengetahui secara detail proses proyek bernilai miliaran rupiah yang dikerjakan perusahaannya.
Maria menjelaskan bahwa dirinya hanya terlibat pada tahap pembahasan internal perusahaan dan penandatanganan dokumen kontrak.
Ia mengaku tidak mengetahui siapa yang pertama kali berkomunikasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Gowa terkait proyek tersebut.
Pernyataan itu membuat sejumlah anggota DPRD mempertanyakan sistem pengambilan keputusan di perusahaan.
Pemeriksaan kemudian beralih kepada Sales Marketing PT Urban, Ika Sri Rizki Windasari.
Kepada anggota DPRD, Ika mengaku dirinya yang pertama kali mendapatkan informasi mengenai peluang proyek pengadaan seragam sekolah di Kabupaten Gowa.

