GOWA, INTILIPUTAN.ID – Bursa pemilihan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Gowa mulai memanas menjelang Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Agustus 2026 di Sungguminasa.

Salah satu kandidat, Hasanuddin Wiratama, resmi mengambil formulir pendaftaran bakal calon Ketua Umum IPSI Gowa periode 2026–2030.

Komandan KOKAM Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan itu dijadwalkan mengembalikan berkas pendaftaran kepada panitia pada Jumat (31/7/2026).

Hasanuddin menegaskan pencalonannya bukan karena dorongan pihak tertentu, melainkan lahir dari keinginan pribadi untuk membenahi organisasi pencak silat di Kabupaten Gowa.
Namun, ia memberikan satu syarat tegas.

Menurutnya, pemilihan Ketua Umum IPSI Gowa harus berlangsung secara demokratis melalui mekanisme pemungutan suara, bukan diarahkan menjadi aklamasi.

“Tidak ada arahan dari siapa pun. Ini murni niat pribadi saya untuk memajukan IPSI Gowa. Insyaallah saya siap bertarung, tetapi dengan catatan pemilihan dilakukan secara langsung, bukan dipaksakan menjadi aklamasi. Kalau diarahkan aklamasi, saya memilih tidak ikut,” tegas Hasanuddin.

Pernyataan mantan Wakil Ketua KNPI Gowa itu menjadi sinyal bahwa kontestasi Ketua IPSI Gowa diperkirakan berlangsung kompetitif apabila lebih dari satu kandidat memenuhi syarat pencalonan.

Pria yang akrab disapa Daeng Pole itu menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di tubuh IPSI Gowa. Selama dua periode terakhir, menurutnya, pembinaan atlet, pelatih, wasit, hingga juri belum berjalan maksimal.

Ia juga menyoroti minimnya pembinaan terhadap perguruan silat yang menjadi anggota IPSI serta belum terbentuknya kepengurusan IPSI di seluruh kecamatan di Kabupaten Gowa.

“Selama dua periode saya mengamati perkembangan IPSI Gowa, mulai dipimpin Pak Muhlis hingga Pak Fauzan. Menurut saya, roda organisasi belum berjalan maksimal. Pembinaan atlet, pelatih, wasit, dan juri masih minim,” Ungkapnya.

“Pembinaan perguruan juga hampir tidak terlihat. Bahkan pembentukan kepengurusan IPSI di 18 kecamatan yang seharusnya selesai pada periode sebelumnya hingga kini belum terealisasi. Ke depan, organisasi harus dibangun dengan komunikasi yang baik dan pembinaan yang merata,” sambungnya.

Hasanuddin mengaku optimistis menghadapi Muskab. Ia mengklaim telah mengantongi dukungan dari 11 perguruan silat, terdiri atas sembilan perguruan silat lokal dan dua perguruan silat nasional.

Meski demikian, ia mengatakan surat dukungan resmi dari masing-masing perguruan belum diserahkan kepada Steering Committee (SC).

“Belum. Nanti menjelang pembukaan Muskab masing-masing perguruan akan membawa surat dukungannya dan menyerahkan langsung ke SC,” katanya.

Hasanuddin Wiratama lahir di Desa Maccinibaji, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, pada 14 Juni 1981.

Ia telah menekuni pencak silat sejak duduk di bangku SMP hingga masa kuliah dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi olahraga bela diri.

Selain dikenal sebagai Komandan KOKAM Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Hasanuddin juga pernah dipercaya menjadi Sekretaris Steering Committee pada Musyawarah Kabupaten IPSI Gowa periode sebelumnya.

Di kalangan pesilat, Daeng Pole dikenal memiliki hubungan yang baik dengan berbagai perguruan silat, baik perguruan lokal maupun nasional.

Bekal pengalaman organisasi dan jaringan tersebut menjadi modalnya untuk bersaing memperebutkan kursi Ketua Umum IPSI Gowa periode 2026–2030.

Muskab IPSI Gowa pada 2 Agustus mendatang diperkirakan menjadi momentum penting bagi perguruan-perguruan silat untuk menentukan arah pembinaan dan pengembangan olahraga pencak silat di Kabupaten Gowa selama empat tahun ke depan.