GOWA, INTILIPUTAN.ID — Dua penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Gowa diduga menjadi korban pengeroyokan saat sedang menjalankan tugas membawa berkas perkara menuju Polda Sulawesi Selatan.
Peristiwa tersebut terjadi di perempatan Jalan Andi Tonro, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Minggu (13/9/2026) malam, usai waktu salat Magrib.
Salah satu korban, ARD, mengatakan dirinya bersama rekannya, DB, sedang mengendarai sepeda motor menuju Polda Sulsel untuk mengantarkan berkas perkara Tipikor.
Saat berada di perempatan Jalan Andi Tonro, sepeda motor yang dikendarai dua pria berboncengan tersebut diduga lebih dahulu menyerempet pengendara lain sebelum menabrak bagian lututnya.
“Pelaku awalnya menyerempet pengendara lain, setelah itu baru menabrak lutut saya. Kemudian saya dan teman DB berhenti sekitar 30 meter. Saya lihat awalnya pelaku terus berjalan, namun ternyata dia balik menghampiri saya dan langsung melakukan pemukulan,” kata ARD. Jum’at (18/09/2026)
Menurut ARD, kedua pria tersebut kemudian memutar kendaraannya dan kembali mendatangi dirinya bersama DB. Keduanya sempat terlibat cekcok sebelum situasi berubah menjadi aksi pemukulan.
Kesaksian ARD tersebut juga diperkuat warga yang berada di sekitar lokasi. Salah satu saksi, Abdul Halim Dg Mabe (49), mengaku melihat langsung awal keributan tersebut saat sedang dalam perjalanan pulang menggunakan mobil.
“Saya kebetulan naik mobil dan korban di depan. Pas di lampu merah ada orang naik motor disenggol, lalu kena kaki korban. Saya berhenti melihat dari belakang. Setelah korban dengan temannya minggir di dekat rumah warga, bapak ini duduk bersandar karena kakinya sakit,” ujar Abdul Halim.
Menurut Abdul Halim, pengendara tersebut kemudian kembali memutar sepeda motornya dan menghampiri korban. Salah satu pelaku bahkan disebut mengajak korban berkelahi sebelum melakukan pemukulan.
“Pas kembali lagi, motor itu balik lagi ke korban dan dia mengajak korban untuk berkelahi. Yang memukul pertama memakai baju putih. Teman korban saat itu berdiri di motornya, kemudian pelaku dalam keadaan mabuk langsung memukul rekan korban,” ungkapnya.
Abdul Halim mengatakan, dirinya kemudian memarkirkan mobil dan mendatangi lokasi setelah melihat keributan. Saat itu, warga sudah mulai berdatangan dan berusaha melerai.
“Saya langsung memarkir mobil saya. Di sana sudah banyak warga yang melihat. Memang pelaku ini mengamuk, bahkan ada warga yang sempat melerai, tetapi pelaku juga melawan warga yang melerai,” katanya.
Saksi juga mengaku melihat salah satu pelaku membawa jeriken yang diduga berisi minuman keras tradisional atau ballo serta buah durian.
“Yang saya lihat memang pelaku yang memukul pertama rekan korban dan kena pipi. Yang memukul pertama itu yang mabuk. Kejadiannya setelah salat Magrib, saat sudah banyak warga,”jelas Abdul Halim.











