GOWA, INTILIPUTAN.ID — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di sejumlah wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, membuat warga harus berburu dari satu SPBU ke SPBU lainnya. Jum’at (11/09/2026).

Tak sedikit warga yang rela mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM. Kondisi tersebut bahkan membuat antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU, mulai dari sepeda motor hingga kendaraan roda empat.

Situasi ini kemudian mendapat perhatian aparat kepolisian. Unit Tipidter Satreskrim Polresta Gowa turun langsung melakukan pemantauan terhadap sejumlah SPBU, termasuk enam SPBU di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi distribusi BBM sekaligus mengantisipasi adanya praktik pelansiran maupun dugaan penimbunan BBM.

Salah satu SPBU yang dipantau adalah SPBU 74.901.05 di Jalan Agus Salim, Kelurahan Bonto-Bontoa, Kecamatan Somba Opu. Di lokasi ini, antrean kendaraan terlihat cukup panjang, sementara stok Pertalite dan Pertamax dilaporkan telah habis.

Pengawas SPBU 74.901.05, Irwan, mengatakan kondisi kekurangan stok BBM telah berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu terakhir. Menurutnya, jumlah pasokan yang diterima SPBU tidak sesuai dengan jumlah yang dipesan.

“Kalau saya kemarin kan pesan 16 KL, cuma dikirim 8 KL Pengurangan.”

Irwan menjelaskan, kondisi tersebut membuat stok BBM di SPBU lebih cepat habis. Bahkan, waktu kedatangan pasokan berikutnya tidak dapat dipastikan.

“Nggak tentu biasa, Pak. Biasa kayak saya, biasa paling lama itu subuh, jam tiga. Jam tiga baru ada lagi.”Sebutnya.

Selain Pertalite, kata Irwan, Pertamax juga terkadang mengalami kekosongan. Ia menyebut kondisi tersebut mulai terasa dalam dua hingga tiga minggu terakhir.

“Baru ji… baru kurang lebih dua minggu, tiga minggu.”

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.

Sunarti, salah seorang warga, mengaku harus berkeliling mencari BBM setelah stok di sejumlah SPBU maupun penjual bensin eceran kosong.

Kondisi itu bahkan membuat aktivitasnya terganggu. Saat mengantar anaknya ke sekolah, sepeda motor yang digunakan kehabisan BBM sehingga ia terpaksa mencari SPBU yang masih memiliki stok.

“Mulai dari penjual bensin eceran sampai ke SPBU, stok Pertalite dan Pertamax kosong. Saya sampai kesulitan mencari BBM.”Curhatnya.

Babak kata Sunarti, anaknya terpaksa tidak masuk sekolah lantaran kehabisan bensin dan tidak bisa mengantarkan anaknya.

“Terpaksa anak saya tidak masuk mi sekolah, bagaimana tidak ini motor sudah tidak bisa menyala, habis bensinnya,” Tutupnya.

Kelangkaan BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga membuat masyarakat mulai khawatir kehabisan bahan bakar.

Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor meningkatnya daya beli masyarakat secara bersamaan atau panic buying.

Hal itu juga menjadi salah satu temuan petugas Unit Tipidter Satreskrim Polresta Gowa saat melakukan pemantauan di sejumlah SPBU.

Ipda Muhammad Nur, Kasubnit 2 Tipiter Satreskrim Polresta Gowa mengatakan pihaknya menemukan adanya peningkatan daya beli masyarakat di sejumlah SPBU.

Selain itu, polisi juga menemukan adanya pengurangan pasokan yang diterima sejumlah SPBU dibandingkan jumlah yang diajukan.

“Jadi kami dari Unit Tipidter Polresta Gowa melakukan pemantauan di sejumlah SPBU di Kabupaten Gowa. Adapun beberapa SPBU yang kami lakukan pemantauan, di antaranya adanya peningkatan atau daya beli dari masyarakat.”ujar Ipda Nur.

Menurut Ipda Muhammad Nur, terdapat SPBU yang mengajukan permintaan hingga 16 kiloliter, namun pasokan yang diterima hanya sekitar 8 kiloliter.

“Yang kedua, dari keterangan para penanggung jawab SPBU, adanya pengurangan dari beberapa SPBU. Ada satu, dua, tiga SPBU yang meminta 16 KL, yang ada sebenarnya hanya 8 KL.”Paparnya.

Kondisi tersebut, ditambah meningkatnya pembelian masyarakat, membuat antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU.

Polisi menyebut fenomena panic buying juga terlihat dari hasil pemantauan di lapangan.

“Pantauan ada beberapa antrean. Di mana masyarakat saya lihat daya beli yang meningkat di beberapa SPBU. Adanya juga mungkin panic buying.”Ungkap Nur.

Meski demikian, polisi memastikan pengawasan terhadap distribusi BBM tetap dilakukan. Jika ditemukan kendaraan yang diduga melakukan pelansiran, petugas akan mengambil tindakan.

“Nah, kami lakukan penindakan bilamana ada kami temukan mobil-mobil yang melansir atau kendaraan yang sudah diidentifikasi.”Tegasnya.

Polresta Gowa juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi kelangkaan BBM untuk melakukan penimbunan maupun pelansiran yang dapat semakin memperburuk kondisi di tengah masyarakat.

Kepolisian akan terus melakukan pemantauan di sejumlah SPBU guna memastikan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan serta mencegah adanya praktik yang merugikan masyarakat.