GOWA, INTILIPUTAN.ID— Di tengah persoalan akses jaminan kesehatan akibat status desil, seorang warga kurang mampu di Kabupaten Gowa harus menghadapi perjuangan lain saat menjalani perawatan di rumah sakit. Senin (7/09/2026)

Hasma Daeng Baji, warga Jalan Alternatif, Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, saat ini menjalani perawatan di RSUD Syekh Yusuf Gowa.

Kondisi sakit yang dialaminya menjadi beban tersendiri bagi keluarga. Terlebih, akses KIS yang terkendala status desil membuat persoalan biaya pengobatan menjadi perhatian keluarga.

Di tengah keterbatasan ekonomi, keluarga Hasma kemudian mendapatkan bantuan biaya rumah sakit dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gowa.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Gowa, Munawir, didampingi Kabag Pendistribusian dan Pendayagunaan, Syamsul Anwar.

Penyerahan bantuan berlangsung di ruang perawatan RSUD Syekh Yusuf Gowa. Saat menerima bantuan, Hasma didampingi anak-anaknya.

Bagi keluarga Hasma, bantuan tersebut bukan sekadar bantuan dalam bentuk biaya. Bantuan itu menjadi penopang di tengah kondisi keluarga yang harus menghadapi kebutuhan pengobatan sekaligus kebutuhan hidup sehari-hari.

Munawir mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga Hasma selama menjalani perawatan.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban Ibu Hasma dan keluarga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan biaya pengobatan selama menjalani perawatan di rumah sakit,” kata Munawir.

Persoalan yang dialami Hasma juga menggambarkan bagaimana persoalan data dan status desil dapat berpengaruh terhadap akses masyarakat terhadap bantuan maupun jaminan kesehatan.

“Di satu sisi, masyarakat yang sedang sakit membutuhkan penanganan segera. Namun di sisi lain, kemampuan ekonomi keluarga tidak selalu memungkinkan untuk menanggung biaya pengobatan secara mandiri.” Sambungnya.

Dalam kondisi seperti itu, lembaga sosial seperti Baznas menjadi salah satu tempat masyarakat kurang mampu mendapatkan bantuan ketika menghadapi kondisi darurat.

“Bantuan biaya pengobatan diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi warga yang membutuhkan, sembari persoalan data penerima manfaat dan akses terhadap jaminan kesehatan terus diperbaiki.” Tegasnya.

“Sebab, di balik angka dan status desil terdapat warga yang memiliki kebutuhan nyata. Ada keluarga yang sedang berjuang menghadapi sakit dan membutuhkan kepastian untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.” Tambahnya.

Kehadiran bantuan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan dan kemiskinan tidak hanya berbicara mengenai angka, tetapi juga menyangkut kehidupan manusia dan keluarganya.

Bagi Hasma dan keluarganya, harapannya sederhana: dapat menjalani perawatan dengan baik, melewati masa sulit, dan kembali pulih.

Bantuan yang diberikan Baznas Kabupaten Gowa pun diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama agar warga kurang mampu tidak kehilangan harapan ketika menghadapi persoalan kesehatan.