Di sela-sela konferensi, Rachmat juga menggelar pertemuan bilateral dengan sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia, Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda, Menteri Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, serta anggota dewan yang juga mantan Wakil Presiden dan Menteri Luar Negeri Panama.

Selain menghadiri konferensi, Menteri PPN mengunjungi Sekolah Vokasi Teknik dan Konstruksi BS13 untuk mempelajari sistem pendidikan vokasi di Jerman yang dinilai berhasil menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

“Kami melihat bagaimana pendidikan vokasi dikembangkan secara erat dengan kebutuhan dunia industri. Pengalaman ini menjadi referensi penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tutur Rachmat.

Kunjungan kerja tersebut juga dilanjutkan ke Pelabuhan Hamburg. Di lokasi itu, Rachmat berdiskusi dengan Hamburg Port Consulting mengenai pengembangan pelabuhan yang menerapkan prinsip ekonomi berkelanjutan.

Menurutnya, pengalaman Pelabuhan Hamburg dalam digitalisasi, efisiensi logistik, dan penerapan teknologi ramah lingkungan dapat menjadi referensi bagi pengembangan sektor maritim nasional.

“Pengelolaan pelabuhan yang efisien, modern, dan berkelanjutan menjadi salah satu pembelajaran penting yang dapat diadaptasi untuk mendukung pembangunan sektor maritim Indonesia,” pungkasnya.