HAMBURG, INTILIPUTANMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui transformasi ekonomi hijau saat mewakili Presiden Republik Indonesia pada Hamburg Sustainability Conference di Hamburg, Jerman, pada 29–30 Juni 2026.

Dalam forum internasional tersebut, Rachmat menekankan bahwa aksi iklim tidak lagi dapat dipandang semata sebagai upaya menjaga lingkungan.

Menurutnya, aksi iklim justru menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang terciptanya jutaan lapangan kerja baru.

Pada sesi High-Level Roundtable bertajuk Why Climate Action Can Become One of the World’s Biggest Job Creators, Rachmat menyampaikan bahwa transisi menuju ekonomi hijau membutuhkan tenaga kerja yang kompeten, inovatif, serta didukung pembangunan infrastruktur rendah emisi.

“Aksi iklim bukan hanya agenda lingkungan. Bagi Indonesia, aksi iklim merupakan motor transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. Transisi menuju ekonomi hijau akan membuka peluang kerja baru yang membutuhkan sumber daya manusia yang terampil dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujar Rachmat.

Ia mengungkapkan, berdasarkan Green Jobs Roadmap, Indonesia memperkirakan akan menciptakan lebih dari 5,3 juta lapangan kerja hijau pada 2029.