INTILIPUTAN.ID – GOWA — Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa, Muhammad Kasim Sila, melontarkan pernyataan tegas terkait isu sensitif yang tengah bergulir dan menjadi perhatian publik.

Dalam pernyataannya, Kasim Sila mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Kabupaten Gowa, untuk menyikapi persoalan tersebut dengan hati nurani serta menjunjung tinggi nilai kebenaran.

Ia mengungkapkan bahwa pihak keluarga dari sosok yang menjadi sorotan telah berupaya maksimal untuk memberikan teguran dan nasihat. Bahkan, menurutnya, upaya tersebut telah dilakukan dengan berbagai cara.

“Saya telah terkonfirmasi bahwa kakaknya sudah berulang kali memberikan teguran dan nasihat agar adiknya kembali ke jalan yang benar. Namun hingga hari ini belum juga ada perubahan,” tegasnya.

Meski demikian, Kasim Sila justru menilai sikap sang kakak sebagai bentuk keteguhan prinsip yang patut dihormati. Ia menyebut, di tengah tekanan dan situasi yang berkembang, masih ada pihak yang tetap berdiri di atas nilai kebenaran.

“Saya sebagai orang Gowa merasa bangga, karena beliau tetap memegang prinsip kebenaran,” lanjutnya.

Ia juga menyinggung bahwa upaya mengingatkan telah dilakukan secara serius dan berulang, namun belum membuahkan hasil yang diharapkan. Kondisi ini, menurutnya, menjadi cerminan penting dalam melihat persoalan secara objektif.

Lebih jauh, Kasim Sila mengutip pernyataan yang menurutnya sangat relevan dan sarat makna, yakni perbedaan antara hubungan darah dan kebenaran.

Suasana Sidang Pansus Hak Angket DPRD Gowa
Suasana Sidang Pansus Hak Angket DPRD Gowa | Intiliputan.id

“Hubungan darah, meskipun dicuci dengan seluruh lautan, tetaplah hubungan darah. Namun kebenaran, meskipun diuji dengan seluruh bumi dan lautan, tetaplah kebenaran,” ujarnya.

Pernyataan tersebut, kata dia, menjadi penegasan bahwa kebenaran tidak boleh dikompromikan, sekalipun berhadapan dengan kepentingan keluarga atau kedekatan personal.

“Ini jelas. Kebenaran harus ditempatkan di atas segalanya, termasuk di atas hubungan darah,” tegasnya lagi.

Di akhir pernyataannya, Kasim Sila mengingatkan seluruh pihak, khususnya yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan, untuk berani bersikap jujur dan terbuka.

“Katakan yang sebenar-benarnya. Karena kebenaran tetaplah kebenaran,” pungkasnya.