GOWA, INTILIPUTAN.ID – Keluarga besar HT melontarkan pernyataan keras dengan mengklaim telah menemukan sejumlah fakta yang menurut mereka, mengarah pada dugaan penyimpangan etika, moral, dan norma yang dilakukan HT bersama seorang konsultan politik berinisial Muhammad Basri (MB) alias BK.

Hal itu disampaikan secara resmi kepada publik dalam pernyataan sikap keluarga besar pada konferensi pers di Dusun Kaluarrang, Desa Manjappai, Kabupaten Gowa, Sabtu (11/7/2026).

Melalui kuasa hukum, Zaky Ramadhan, sikap ini diambil setelah melakukan penelusuran, pengumpulan, dan validasi data selama satu tahun, yang diklaim dilakukan tanpa mengganggu proses hukum dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam pernyataan resminya, keluarga menegaskan keputusan menyampaikan sikap kepada publik bukan didasarkan pada asumsi, isu, maupun kepentingan politik tertentu.

Mereka mengaku telah menghimpun berbagai data dan temuan yang dinilai valid selama setahun terakhir sebelum akhirnya menyampaikan kesimpulan tersebut kepada publik.

Berdasarkan hasil penelusuran itu, keluarga menilai telah terjadi penyimpangan etika, moral, dan norma yang melibatkan HT bersama Muhammad Basri alias BK.

“Berdasarkan fakta-fakta objektif tersebut, keluarga besar menyimpulkan dan mempercayai telah terjadinya penyimpangan etika, moral, dan norma sebagai pejabat publik yang dilakukan oleh Saudari HT bersama Saudara Muhammad Basri (MB) atau BK,” katanya.

Keluarga juga menyoroti peran BK yang disebut awalnya diperkenalkan sebagai konsultan politik, namun kemudian dinilai telah meluas hingga diduga ikut mengintervensi urusan aparatur pemerintahan, pengambilan kebijakan, bahkan persoalan pribadi HT

Hal ini tentunya berdampak pada tata kelola birokrasi di Pemerintah Kabupaten Gowa.

“Kami melihat peran Saudara BK yang awalnya diperkenalkan secara profesional sebagai konsultan politik, telah bergeser terlalu jauh hingga mengintervensi urusan aparatur, kebijakan, hingga ranah pribadi yang merusak tatanan birokrasi pemerintahan di Kabupaten Gowa,” ujar Zaky.

Tak hanya itu, keluarga mengungkapkan telah berulang kali memberikan peringatan dan melakukan pembicaraan secara internal agar HT mengubah sikapnya.

Namun, menurut keluarga, berbagai upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena HT tetap membela BK dalam setiap pembahasan internal keluarga.

Dalam pernyataan tersebut, keluarga juga menilai sikap membela dugaan penyimpangan, memutarbalikkan fakta, melakukan kebohongan kepada publik, serta tidak menunjukkan sikap ksatria dinilai bertentangan dengan nilai-nilai yang selama ini diajarkan orang tua mereka.

Pernyataan ini merupakan pandangan dari pihak keluarga. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan atau klarifikasi dari HT maupun Muhammad Basri (BK) terkait pernyataan tersebut.

Apabila memberikan respons, redaksi akan memperbarui pemberitaan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan.