GOWA, INTILIPUTAN.ID – Keluarga Besar Putra-Putri almarhum H. Abdul Hamid Daeng Naba dan almarhumah Hj. Sitti Siada Daeng Siang menutup rangkaian pernyataan sikap resminya terhadap Bupati Gowa dengan penegasan keras bahwa hubungan persaudaraan tidak boleh mengalahkan kebenaran maupun kepentingan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui penasihat hukum keluarga, Zaky Ramadhan, saat membacakan poin kelima sikap resmi keluarga dalam konferensi pers yang digelar di Dusun Kaluarrang, Desa Manjappai, Kabupaten Gowa, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Zaky, keluarga besar memandang integritas dan kehormatan Kabupaten Gowa harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun ikatan keluarga.

“Masyarakat Gowa yang kami hormati, bagi kami, kebenaran berada di atas persaudaraan dan integritas daerah berada di atas kekuasaan,” kata Zaky saat membacakan pernyataan resmi keluarga.

Ia mengatakan keluarga telah menyadari bahwa sikap yang mereka ambil akan membawa konsekuensi besar.

Namun, menurutnya, konsekuensi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan yang dinilai bertentangan dengan nilai, norma, maupun etika.

“Kami ikhlas atas segala konsekuensi logis yang harus terjadi ke depan. Namun keikhlasan kami tidak berarti memaklumi atau membenarkan pelanggaran yang merusak tatanan daerah,” lanjutnya.

Dalam pernyataan itu, keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Gowa yang dinilai tetap menyikapi polemik yang berkembang secara dewasa dan objektif.

Mereka menegaskan, sebagai bagian dari masyarakat Gowa, keluarga akan selalu berada di barisan depan untuk mendukung segala bentuk kebaikan bagi daerah.

Namun sebaliknya, keluarga juga menyatakan tidak akan tinggal diam apabila menemukan tindakan yang dianggap menyimpang dari nilai-nilai yang diwariskan orang tua mereka.

“Sebagai bagian dari tanah Gowa, keluarga kami siap menjadi garda terdepan untuk mendukung segala bentuk kebaikan. Namun kami juga akan berdiri di garis paling depan untuk menentang penyimpangan etika demi menjaga kehormatan leluhur kami,” ujar Zaky.

Penegasan tersebut menjadi penutup dari lima poin pernyataan sikap resmi keluarga besar yang disampaikan kepada publik.

Selain menegaskan keberpihakan terhadap nilai kejujuran dan integritas, keluarga juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Gowa agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang berkembang di ruang publik.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Gowa untuk menjaga situasi agar tetap kondusif, aman, tidak mudah terhasut, serta menyerahkan seluruh proses yang sedang berlangsung kepada pihak-pihak yang berwenang,” kata Zaky.

Menutup konferensi pers, keluarga besar menyampaikan bahwa sikap yang mereka ambil bukan dilandasi kepentingan politik, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral menjaga kehormatan keluarga dan daerah.

“Mari bersatu dalam kebenaran untuk kemaslahatan. Kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya,” tutup Zaky.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan paling keras dari keluarga besar Bupati Gowa bahwa mereka tidak ingin ikatan persaudaraan dijadikan alasan untuk mengabaikan nilai kejujuran, etika, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang belum memberikan tanggapan atas pernyataan resmi keluarga tersebut.