GOWA, INTILIPUTAN – Sebuah rekaman video yang beredar memperlihatkan kondisi para kru kapal MT Honour 25 yang masih berada dalam penyanderaan perompak somalia.

Dalam video tersebut tampak para awak kapal duduk di sebuah ruangan kapal sambil memperlihatkan makanan yang tersisa serta air minum yang terlihat keruh.

Video yang direkam dari atas kapal itu, Kapten MT Honour 25, Azhari Samadikun, menyampaikan langsung permohonan bantuan kepada pemerintah Indonesia.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya memohon bantuan segera kepada kami karena kondisi kami sekarang sangat-sangat kritis. Kami tidak tahu harus bertahan dengan apa sekarang,” kata Azhari dalam rekaman tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan para kru semakin mengkhawatirkan. Beberapa di antaranya mengalami penyakit yang membutuhkan penanganan medis, sementara obat-obatan sangat terbatas.

Kru Kapal Jatuh Sakit

“Banyak yang sakit. Mereka mengalami diabetes, mengalami infeksi. Banyak yang sudah tidak mampu bertahan sekarang,” ujarnya.

Menurut Azhari, pasokan logistik di atas kapal hampir habis sehingga para awak kapal terpaksa bertahan hidup dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

“Kami makan dengan makanan seadanya. Kami bertahan dengan air kotor,” katanya.

Yang membuat para awak kapal semakin terpukul adalah tidak adanya bantuan yang mereka rasakan dari perusahaan tempat mereka bekerja.

“Perusahaan tidak sama sekali. Belum ada bantuan yang mereka kirimkan kepada kami,” ungkapnya.

Azhari kemudian memohon agar pemerintah Indonesia turun tangan secara langsung dan mengintervensi perusahaan pemilik kapal agar bertanggung jawab terhadap keselamatan para kru.

“Kami minta tolong kepada pemerintah untuk mengintervensi perusahaan kami agar mempertanggungjawabkan krunya di sini karena kami sangat kesulitan menjalani hidup keseharian di sini,” ujarnya.

Ia mengaku hingga saat ini para awak kapal belum melihat adanya proses yang memberikan harapan terhadap penyelesaian kasus penyanderaan tersebut.

“Sampai sekarang belum ada proses yang kami dapatkan. Hampir dua bulan kami di sini dan tidak ada bantuan apa pun dari perusahaan mengenai makanan maupun obat-obatan untuk kami,” katanya.

Sementara itu Syamsuddin, ayah Azhari Samadikun mengungkap jika kondisi putranya saat ini menjadi beban pikiran yang terus menghantuinya setiap hari. Ia mengaku tidak bisa tidur nyenyak sejak anaknya disandera.

“Saya sebagai orang tua tiap malam bangun pasti pikiran saya ke sana. Bahkan dari pagi sampai sore hari pikiran saya hanya bagaimana kondisi anak saya yang sudah tertekan keadaannya,” ujarnya.

Komunikasi Anak

Ia juga mengungkapkan kondisi fisik putranya terus mengalami penurunan selama masa penyanderaan.

“Badannya sudah kurus, matanya kosong, pandangannya kosong, rambut dan jenggotnya sudah panjang. Pakaiannya juga sudah lusuh dan tidak karuan. Inilah yang menjadi keprihatinan saya sebagai orang tua,” katanya.

Dalam kondisi penuh harap, Syamsuddin mengaku telah mendatangi sejumlah ulama dan tokoh agama di Makassar untuk meminta doa demi keselamatan putranya.

“Saya sudah hubungi ulama-ulama dan para ustaz di Makassar. Saya sudah datangi dan minta doanya agar anak saya bisa diselamatkan dan dibebaskan,” tuturnya.

Kini, harapan keluarga tertuju kepada Pemerintah Indonesia, DPR RI, dan Presiden Republik Indonesia agar segera mengambil langkah konkret untuk membebaskan empat WNI yang masih disandera.

“Saya berharap kepada Bapak Presiden sebagai kepala negara. Anak saya adalah warga negara Indonesia yang pergi ke luar negeri untuk mencari nafkah,”Harapnya.

“Saya minta tolong dalam kondisi begini supaya pemerintah, anggota dewan, tolong kasihan diperhatikan anak saya dan tiga orang Indonesia lainnya yang ada di atas kapal. Kondisinya sekarang sudah sangat memprihatinkan,”Sambungnya.

Menurut keluarga, waktu terus berjalan sementara kondisi para sandera semakin memburuk. Mereka berharap negara hadir dan menunjukkan keseriusan dalam menyelamatkan warganya yang hingga kini masih berada dalam ancaman senjata perompak Somalia.

“Kami hanya ingin mereka pulang dengan selamat ke Indonesia,” tutupnya.