Genap Dua Bulan Disandera Perompak Somalia, Keluarga Pelaut Indonesia Desak Pemerintah Serius Bertindak

Berharap mukjizat, Syamsuddin Dg Ngawing cemas menanti kepastian nasib anaknya dalam tragedi Pelaut Indonesia Disandera Perompak Somalia.
Syamsuddin Dg Ngawing (67) saat memperlihatkan foto putranya, Azhari Samadikun, yang menjadi kapten kapal korban penyanderaan Pelaut Indonesia Disandera Perompak Somalia di rumahnya, Kecamatan Pattallassang, Gowa pada Minggu (21/6/2026).

GOWA, INTILIPUTAN – Genap dua bulan empat warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal tanker minyak MT Honour 25 masih berada dalam penyanderaan kelompok perompak bersenjata di perairan Somalia.

Kondisi para awak kapal dilaporkan semakin memprihatinkan akibat krisis makanan, kekurangan air bersih, tekanan psikologis, hingga munculnya berbagai penyakit di kalangan kru.

Di tengah ketidakpastian nasib para sandera, keluarga korban mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah dan perusahaan pemilik kapal dalam memperjuangkan pembebasan para awak kapal yang hingga kini masih berada di tangan perompak Somalia.

Salah satu keluarga korban adalah Syamsuddin Dg Ngawing (67), warga Dusun Moncong Loe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Putranya, Azhari Samadikun, merupakan kapten kapal MT Honour 25 yang menjadi salah satu dari empat WNI yang masih disandera perompak Somalia sejak 21 April 2026 lalu.