Genap Dua Bulan Disandera Perompak Somalia, Keluarga Pelaut Indonesia Desak Pemerintah Serius Bertindak

Berharap mukjizat, Syamsuddin Dg Ngawing cemas menanti kepastian nasib anaknya dalam tragedi Pelaut Indonesia Disandera Perompak Somalia.
Syamsuddin Dg Ngawing (67) saat memperlihatkan foto putranya, Azhari Samadikun, yang menjadi kapten kapal korban penyanderaan Pelaut Indonesia Disandera Perompak Somalia di rumahnya, Kecamatan Pattallassang, Gowa pada Minggu (21/6/2026).

Penyanderaan yang telah berlangsung selama dua bulan itu membuat Syamsuddin hidup dalam kecemasan. Ia mengaku tidak lagi mengetahui secara pasti kondisi putranya karena komunikasi telah terputus selama tiga minggu terakhir.

“Itu kondisi sekarang, sama sekali pihak perusahaan tidak ada yang peduli terhadap orang-orang yang ada di atas kapal,” Ujarnya dengan mata berkaca-kaca, saat di temui dirumahnya. Minggu (21/06/2026).

“Dan pemerintah Indonesia juga tidak ada sama sekali negosiasi ke perompak. Begitu pun perusahaan tidak ada negosiasi sama sekali sehingga anak saya terkatung-katung keadaannya,” Sambung Syamsuddin.

Menurutnya, selama dua bulan terakhir keluarga hanya menerima berbagai informasi yang menyebutkan bahwa upaya-upaya sedang dilakukan.

Namun hingga kini ia mengaku belum melihat hasil nyata yang dapat memberikan harapan bagi pembebasan para sandera.

“Menurut informasi yang kami terima tidak ada sama sekali negosiasi dari perusahaan maupun pemerintah,”Katanya.

“Yang datang hanya berita-berita yang menyampaikan supaya kami tenang, sudah ada usaha, sudah ada begini, tetapi sampai sekarang tidak ada hasilnya,” Ujarnya sambil menahan tangis.