Ia menduga komunikasi para awak kapal dibatasi ketat oleh kelompok perompak yang menguasai kapal.
“Katanya dibatasi karena di sana mereka ditekan oleh pembajak. Jadi tidak bisa bergerak bebas. Kalau salah langkah atau salah sedikit saja diancam. Makanya anak saya tidak bisa berkomunikasi karena mau menyelamatkan dirinya,” katanya.
Ancaman yang dihadapi para awak kapal bukan sekadar intimidasi verbal. Menurut informasi yang diterimanya, para perompak menggunakan senjata api otomatis untuk mengendalikan para sandera.
“Mereka diancam pakai senjata. Di sana semua pakai senjata otomatis dan pelurunya besar-besar,” Tutupnya.

