NEWS  

Kepala BPKD Gowa Ungkap Pernah Melihat Basri Kajang Bersama Bupati Saat Kunjungan di Balla Jambua

Kepala BPKD Gowa Ungkap Pernah Melihat Basri Kajang Bersama Bupati Saat Kunjungan di Balla Jambua
Kepala BPKD Gowa Mahmud memberikan kesaksian mengenai Hubungan Bupati Gowa dan Basri Kajang saat sidang lanjutan Pansus Hak Angket di Gedung DPRD Gowa pada Jumat (19/6/2026). Saksi mengakui melihat keduanya berada dalam satu rombongan mobil saat peninjauan aset Balla Jambua di kegiatan Beautiful Malino.

GOWA,INTILIPUTAN Nama Muhammad Basri alias Basri Kajang kembali mencuat dalam sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa terkait dugaan persoalan pengadaan seragam sekolah gratis tahun anggaran 2025.

Dalam sidang yang digelar Jumat (19/6/2026), Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Gowa, Mahmud, mengungkapkan pernah melihat Basri Kajang bersama Bupati Gowa saat kunjungan ke kawasan Balla Jambua, Kecamatan Tinggimoncong, pada kegiatan Beautiful Malino 2025 lalu.

Keterangan itu terungkap saat anggota Pansus DPRD Gowa, Abdul Razak dan Ramli Rewa, mendalami hubungan Basri Kajang dengan sejumlah kegiatan pemerintahan daerah.

Awalnya Mahmud mengaku hanya pernah bertemu dengannya sekitar satu hingga dua kali.

“Saya pernah melihat beliau. Kalau tidak salah satu atau dua kali,” kata Mahmud di hadapan anggota Pansus.

Ketika diminta menjelaskan lokasi pertemuan tersebut, Mahmud menyebut terakhir kali melihat Basri Kajang saat dirinya diperintahkan mendampingi Bupati Gowa melakukan peninjauan sejumlah aset daerah di kawasan Tinggimoncong pada rangkaian kegiatan Beautiful Malino 2025.

Menurut Mahmud, saat itu dirinya berada di Malino untuk mengikuti agenda kegiatan pemerintah daerah. Namun kemudian ia mendapat perintah melalui pesan untuk mengikuti pergerakan rombongan Bupati yang sedang melakukan kunjungan lapangan.

“Saya mendapatkan petunjuk lokasi melalui maps bergerak. Awalnya saya menuju Kolam Salewangan, tetapi rombongan sudah berpindah lokasi. Saya kemudian mengikuti titik lokasi hingga sampai di Balla Jambua,” jelasnya.

Saat tiba di lokasi tersebut, Mahmud mengaku melihat BK berada bersama Bupati.
“Saya baru tahu Om Bas ada di situ ketika saya tiba di Balla Jambua,” ujarnya.

Dalam keterangannya, Mahmud juga menyebut dirinya mendengar BK memberikan penjelasan mengenai rumah adat Kajang dan rumah adat yang ada di kawasan Balla Jambua.

“Saya hanya mendengar beliau menjelaskan tentang rumah adat Kajang dan rumah adat yang ada di sana. Tidak ada pembicaraan lain yang saya dengar,” katanya.