Ramli Rewa Dalami Posisi Basri Kajang
Keterangan Mahmud kemudian didalami oleh anggota Pansus, Ramli Rewa.
Ramli mempertanyakan kapasitas itu sehingga dapat berada bersama Bupati dalam kunjungan tersebut.
Menurut Ramli, lazimnya yang mendampingi kepala daerah dalam kunjungan resmi adalah kepala dinas terkait, ajudan, protokoler atau pejabat pemerintahan lainnya.
“Apa yang ada di pikiran saudara saksi ketika melihat Basri Kajang berada di lokasi bersama Bupati? Karena beliau bukan kepala dinas, bukan ajudan dan bukan pejabat pemerintahan,” tanya Ramli dalam sidang.
Namun Mahmud mengaku tidak pernah mempertanyakan kapasitas Basri Kajang dalam kegiatan tersebut.
“Saya tidak mendalami itu. Saya hanya melihat beliau ada di sana. Saya tidak pernah bertanya apa kapasitasnya atau kenapa beliau berada di situ,” jawab Mahmud.
Berada Dalam Satu Rombongan
Dalam pendalaman lebih lanjut, Ramli Rewa kembali menanyakan apakah BK dan Bupati datang menggunakan kendaraan yang sama.
Mahmud mengaku berdasarkan ingatannya saat itu keduanya berada dalam satu rombongan.
“Kalau tidak salah satu mobil,” kata Mahmud.
Pernyataan itu langsung menjadi perhatian anggota Pansus karena sebelumnya sejumlah saksi dalam sidang hak angket juga beberapa kali menyebut nama Basri Kajang ketika membahas proyek pengadaan seragam sekolah gratis.
Meski demikian, Mahmud menegaskan dirinya tidak mengetahui hubungan Basri Kajang dengan proyek tersebut.
Ia juga membantah pernah berkomunikasi dengannya terkait penganggaran, pencairan dana maupun proses pengadaan seragam sekolah.
“Saya tidak pernah membicarakan pengadaan seragam dengan beliau. Saya juga tidak pernah dihubungi terkait pencairan atau proyek itu,” tegasnya.
Dalam sidang itu Mahmud juga mengungkapkan bahwa sebelumnya dirinya hanya mengenal sosok tersebut dengan panggilan “Om Bas”.
Ia mengaku baru mengetahui bahwa orang yang ditemuinya tersebut adalah Basri Kajang setelah ramai diberitakan di media sosial.
“Saya tahunya Om Bas. Nama Basri Kajang saya tahu setelah ramai di media sosial. Baru saya menghubungkan bahwa Om Bas yang saya lihat itu adalah Basri Kajang,” ungkap Mahmud.
Keterangan Mahmud mengenai pertemuannya dengan Basri Kajang dan keberadaan keduanya bersama Bupati di Balla Jambua kini menjadi salah satu bagian yang dicatat Pansus Hak Angket DPRD Gowa dalam pendalaman terhadap sejumlah fakta yang muncul selama proses pemeriksaan saksi.

