MAKASSAR, INTILIPUTAN – Seorang pemilik toko kelontong di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memviralkan rekaman CCTV seorang pria di akun media sosial miliknya yang diduga membawa kabur 80 buah kelapa tua tanpa melakukan pembayaran. Jumat (26/06/2026)

Korban diketahui bernama Dewi, warga RT 06 RW 06 Kaccia, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Rekaman tersebut diunggah dengan harapan pelaku memiliki itikad baik untuk kembali dan menyelesaikan pembayaran.

Dalam unggahan yang beredar, korban menuliskan permintaan bantuan kepada warga untuk mengenali pelaku.

“Minta tolong kodong sempat ada yang tau ciri-ciri ini motorka, ambilki kelapa di rumah 80 biji tidak nabayar ki,”tulis korban.

Dari rekaman CCTV di toko miliknya, terlihat seorang pria datang menggunakan sepeda motor matic berwarna hitam tanpa pelat nomor sekitar pukul 07:30 wita.

Terlihat pelaku tampak mengenakan helm hitam, jaket hitam, dan celana pendek hitam sehingga identitasnya sulit dikenali.

Menurut cerita Dewi, awalnya pelaku datang untuk membeli 100 biji kelapa tua. Namun, pelaku meminta agar 20 butir terlebih dahulu di parut untuk diambil santannya.

“Sementara 80 butir lainnya dibawa dengan alasan akan digunakan untuk kebutuhan pesta hajatan di rumahnya yang akan diolah menjadi bahan kue dodoro.” Jelas Dewi.

Kata dewi, Awalnya pelaku mengambil 50 biji kelapa terlebih dahulu dengan dimasukkan ke dalam karung dan dibawa menggunakan sepeda motor.

“Suami saya Dg Muntu yang bantu masukkan kedalam karung dan membantunya mengangkat naik ke sepeda motor pelaku,” Ungkap Dewi.

Tidak lama berselang, pelaku kembali lagi untuk mengambil sisa 30 butir kelapa.

“Terbilang cepat sekali dia pergi lalu datang lagi. Karena tidak sampai 5 menit pelaku kemudian datang,” Kata Dewi.

Saat pengambilan kedua, pelaku sempat mengatakan akan kembali lagi untuk mengambil 20 biji kelapa yang masih diparuk.

“Nanti saya datang lagi ambil itu kelapa paruk yang 20 biji baru saya bayar, ” kata pelaku kepada korban.

Namun, korban mengaku lupa meminta pembayaran terlebih dahulu. Karena firasatnya mencurigai jika pelaku tidak akan kembali.

Setelah menunggu cukup lama dan firasat korban terbukti jika pelaku tak kunjung kembali, Dewi mulai curiga telah menjadi korban penipuan.

“Saya sudah tanya sebenarnya suamiku tapi dia lupa juga meminta uang. Padahal muncul kecurigaan kalau orang itu penipu,” ujar Dewi.

Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kerugian sekitar Rp1.200.000.

Meski demikian, Dewi memilih tidak melapor ke pihak kepolisian. Ia mengaku pesimis kasus tersebut dapat diungkap karena kendaraan pelaku tidak menggunakan pelat nomor dan wajah pelaku dalam rekaman CCTV juga tidak terlihat jelas.