GOWA, INTILIPUTAN – Kesaksian mengharukan sekaligus mengejutkan terungkap dalam sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa. Muhammad Yusran Beta alias Becam dan istrinya, Sahriani atau Bu Desa, mengaku pernah diminta oleh Bupati Gowa Husniah Talenrang untuk membujuk Muhammad Basri alias Basri Kajang atau Ombas agar tidak pergi meninggalkannya.

Pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh Bu Desa saat memberikan kesaksian di hadapan anggota DPRD Gowa.

Menurut Bu Desa, peristiwa itu terjadi saat mereka berada di Malino dalam rangkaian kegiatan Beautiful Malino 2025.

Saat itu, hubungan antara Husniah Talenrang dan Basri Kajang disebut sedang mengalami persoalan. Basri Kajang dikabarkan ingin meninggalkan lokasi dan tidak lagi bersama rombongan.

Situasi tersebut membuat Husniah Talenrang panik.

Bu Desa mengaku dipanggil ke kamar tempat Bupati Gowa berada. Di dalam kamar itu, ia melihat Husniah dan Basri Kajang sedang berselisih.

“Kenapa saya bilang ibu setres di Malino itu sempat BK mau pergi,” ungkap Bu Desa dalam kesaksiannya.

Tak lama kemudian, Bu Desa mengaku diminta untuk membantu membujuk Basri Kajang agar tetap bertahan dan tidak meninggalkan Husniah Talenrang.

Apa yang terjadi selanjutnya, menurut Bu Desa, menjadi pengalaman yang hingga kini sulit ia lupakan.

“Pada waktu itu saya disuruh memohon. Kami sampai bersujud di kakinya BK, berdua suami istri, supaya BK tidak pergi,” ungkap Bu Desa.

Pernyataan itu sontak menjadi perhatian anggota Pansus yang menyimak jalannya sidang.

Bu Desa mengaku tindakan tersebut dilakukan karena dirinya berada dalam posisi sebagai bawahan yang selama ini loyal kepada pimpinan.

Namun peristiwa itu meninggalkan luka batin yang mendalam.

“Di situ saya seperti tidak punya harga diri, Pak Dewan,” ucapnya dengan nada emosional.

Menurut Bu Desa, selama mendampingi Basri Kajang dan berada di lingkungan rumah jabatan, dirinya bersama sang suami kerap ditempatkan dalam situasi yang sulit.

Mereka mengaku harus meninggalkan urusan keluarga demi memenuhi berbagai kebutuhan Basri Kajang yang disebut mendapat perhatian khusus dari Bupati Gowa.

Bahkan Bu Desa mengaku pernah harus meninggalkan anaknya sendiri demi menjalankan tugas mendampingi Basri Kajang bersama suaminya.

Kesaksian tersebut semakin memperkuat pengakuan sebelumnya dari Becam yang menyebut dirinya memang ditugaskan secara khusus oleh Husniah Talenrang untuk mendampingi Basri Kajang.

Dalam sidang, Becam mengaku sering diminta menjaga, menemani hingga mengawasi agar Basri Kajang tidak pergi meninggalkan Gowa.

“Ibu biasa bilang, jaga BK dengan baik-baik Becam. Nanti lari,” kata Becam.

Ketika ditanya anggota DPRD mengapa Bupati begitu khawatir kehilangan Basri Kajang, Becam menjawab singkat namun tegas.

“Menurut saya ada kasih sayang,” ujarnya.

Bagi Bu Desa, peristiwa saat dirinya dan suaminya sampai bersujud di hadapan Basri Kajang menjadi salah satu kejadian yang paling membekas selama berada di lingkaran terdekat Bupati Gowa.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan harus berada dalam posisi tersebut.

“Kami hanya menjalankan perintah. Tapi peristiwa itu yang paling saya ingat sampai hari ini,” tuturnya.

Kesaksian Becam dan Bu Desa kini menjadi salah satu bagian penting yang didalami Pansus Hak Angket DPRD Gowa dalam mengungkap berbagai fakta terkait dugaan hubungan khusus antara Bupati Gowa Husniah Talenrang dan Basri Kajang yang disebut berdampak pada penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Keduanya menegaskan seluruh keterangan yang disampaikan di hadapan Pansus merupakan kesaksian yang diberikan di bawah sumpah dan tanpa tekanan dari pihak mana pun.