DAERAH  

Momen Idul Adha, Kapolres Gowa dan Istri Libatkan Anak-anaknya dalam Pembagian Daging dan Pemotongan hewan Kurban

Screenshot 2026 05 28 01 48 34 876 com.lemon .lvoverseas edit
Momen Keempat anak Kapolres Gowa membagikan nasi kotak dan kupon daging qurban kepada warga di Hari Raya Idul Adha, Rabu (27/5/2026).

Intiliputan, Gowa — Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Mapolres Gowa menjadi pemandangan hangat penuh makna.

Di tengah proses penyembelihan hewan kurban dan antrean ratusan warga penerima daging, empat anak Kapolres Gowa, Muhammad Aldy Sulaiman, ikut turun langsung membagikan kupon kurban hingga nasi kotak kepada masyarakat.

Kegiatan itu menjadi bagian dari pendidikan karakter yang sengaja ditanamkan Kapolres Gowa bersama istrinya, Ketua Bhayangkari Cabang Gowa, Ny. Dessy Aldy, kepada anak-anak mereka sejak usia dini.

spc 20260528 014148
Momen Idul Adha, Kapolres Gowa dan Istri Libatkan Anak-anaknya dalam Pembagian Daging dan Pemotongan hewan Kurban 7

Empat anak Kapolres Gowa yang ikut terlibat yakni Dema Alifsyah yang kini duduk di bangku kuliah, Savira Azzahra kelas 2 SMA, Nabila Syarafana kelas 2 SMP, serta si bungsu Muhammad Thoriq yang masih duduk di kelas 5 SD.

Dari pantauan di lokasi, sejak pagi, keempat anak Kapolres Gowa tampak sibuk membantu panitia kurban di halaman Mapolres Gowa.

Dengan ramah, anak-anak Kapolres membagikan nasi kotak kepada warga yang rela mengantre sejak siang demi mendapatkan daging kurban.

Suasana hangat penuh kekeluargaan itu terlihat jelas ketika warga menyambut antusias kehadiran anak-anak Kapolres yang ikut melayani masyarakat secara langsung.

spc 20260528 014234
Momen Idul Adha, Kapolres Gowa dan Istri Libatkan Anak-anaknya dalam Pembagian Daging dan Pemotongan hewan Kurban 8

AKBP Muhammad Aldy Sulaiman mengatakan, dirinya bersama sang istri sengaja mendidik anak-anak untuk dekat dengan masyarakat dan memahami arti berbagi sejak kecil.

“Anak-anak harus belajar bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri. Mereka harus tahu bagaimana merasakan kesulitan orang lain dan belajar ikhlas berbagi,” ujar Aldy.

Menurutnya, pendidikan akhlak dan kepedulian sosial paling efektif dilakukan melalui contoh langsung di dalam keluarga.

Ia menyebut peran sang istri sangat besar dalam membentuk karakter anak-anak mereka sehari-hari.

1000211207
Momen Idul Adha, Kapolres Gowa dan Istri Libatkan Anak-anaknya dalam Pembagian Daging dan Pemotongan hewan Kurban 9

“Saya bersyukur karena istri saya sangat perhatian dalam mendidik anak-anak. Dia selalu mengajarkan sopan santun, kepedulian, menghargai orang lain dan membiasakan anak-anak hidup sederhana meski kami keluarga polisi,” katanya.

Ny. Dessy Aldy sendiri selama ini aktif mendampingi berbagai kegiatan sosial Bhayangkari Cabang Gowa bersama masyarakat.

Kehadirannya dalam berbagai kegiatan sosial turut menjadi teladan bagi anak-anak mereka.

Bagi Aldy, mendidik anak sejak dini untuk peduli kepada sesama merupakan investasi dunia dan akhirat bagi orang tua.

spc 20260528 014126
Momen Idul Adha, Kapolres Gowa dan Istri Libatkan Anak-anaknya dalam Pembagian Daging dan Pemotongan hewan Kurban 10

“Kalau anak-anak tumbuh dengan hati yang baik, suka membantu dan menghormati orang lain, itu adalah harta terbesar bagi orang tua. Jabatan bisa selesai, tapi doa anak saleh akan terus mengalir,” tuturnya.

Dalam mendidik anak-anaknya, Kapolres Gowa mengaku berpegang pada Surah Luqman ayat 13 tentang pentingnya pendidikan akidah dan akhlak sejak dini.

“Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya: Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

Selain itu, keluarga Kapolres juga menjadikan Surah Al-Baqarah ayat 261 sebagai pedoman untuk menanamkan semangat berbagi kepada anak-anak.

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.”

Menurut Aldy, makna ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap sedekah dan kebaikan yang dilakukan dengan tulus tidak akan mengurangi rezeki, melainkan membawa keberkahan berlipat.

“Anak-anak harus dibiasakan memahami bahwa membantu orang lain itu bukan karena kita lebih, tetapi karena Allah mengajarkan untuk saling peduli,” ujarnya.

Tidak hanya berbagi, Kapolres Gowa juga mengajarkan anak pertamanya untuk ikut belajar menyembelih hewan kurban secara langsung.

spc 20260528 000729
Moment Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman menyembelih lansung Sapi qurban seberat 700 Kilogram di halaman Mapolres Gowa. Rabu (7/05/2026)

“Saya dulu juga belajar dari orang tua sejak kecil. Jadi saya ingin anak-anak memahami bahwa ibadah kurban bukan hanya seremoni, tetapi ada nilai pengorbanan, keberanian dan keikhlasan di dalamnya,” katanya.

Tahun ini, Polres Gowa menyembelih total 19 ekor sapi kurban. Tiga di antaranya merupakan sapi kurban pribadi Kapolres Gowa bersama keluarganya, sedangkan sisanya berasal dari anggota kepolisian dan keluarga besar Polres Gowa.

Salah satu sapi milik Kapolres Gowa berbobot sekitar 700 kilogram bahkan sempat mengamuk saat hendak diturunkan dari mobil pikap dan direbahkan untuk disembelih.

Puluhan personel polisi bersama warga harus berjibaku selama hampir lima jam untuk menenangkan sapi berwarna hitam tersebut yang sempat merusak kandang besi penahan.

Meski sempat berlangsung dramatis, proses penyembelihan akhirnya berhasil dilakukan dengan aman dan lancar. AKBP Muhammad Aldy Sulaiman bahkan turun langsung memimpin penyembelihan sapi kurban miliknya.

Seluruh hewan kurban yang dipotong di Polres Gowa sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan guna memastikan daging aman dan layak dikonsumsi masyarakat.

Menjelang sore hingga waktu magrib, ratusan warga tampak memadati halaman Polres Gowa untuk menerima daging kurban sambil menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan kurban.

Di tengah keramaian itu, kehadiran anak-anak Kapolres bersama sang istri yang ikut melayani warga menjadi simbol bahwa nilai kepedulian dan berbagi memang harus dimulai dari lingkungan keluarga.