GOWA, INTILIPUTAN – Kesaksian Muhammad Yusran Beta alias Becam dan istrinya, Sahriani atau Bu Desa, dalam sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa mengungkap perlakuan khusus yang disebut diberikan Bupati Gowa Husniah Talenrang kepada Muhammad Basri alias Basri Kajang atau Ombas.

Di bawah sumpah, keduanya mengaku mendapat perintah langsung untuk mengurus hampir seluruh kebutuhan Basri Kajang. Mulai dari makanan, tempat tinggal, hingga menemani dan menjaga agar tidak meninggalkan Gowa.

Pengakuan itu terungkap saat anggota DPRD mempertanyakan alasan Becam dan istrinya selalu berada di sekitar Basri Kajang meski tidak memiliki hubungan struktural dalam pemerintahan.

Becam mengaku dirinya memang ditugaskan secara khusus oleh Bupati Gowa.

“Saya dipanggil ke rujab untuk menemani BK atau Ombas. Itu saya ditugaskan oleh Ibu Bupati Gowa,” ungkap Becam.

Menurutnya, tugas tersebut bukan hanya dilakukan di rumah jabatan, tetapi juga di rumah Talasa City yang disebut menjadi tempat Basri Kajang sering berada.

Bahkan, Becam mengaku dirinya bersama sang istri harus siap kapan saja memenuhi kebutuhan Ombas.

“Biasa saya sajikan makanan, saya bakarkan ikan nila. Bahkan saya temani tidur di Talasa City,” katanya.

Takut BK Pergi

Dalam kesaksiannya, Becam mengungkap alasan mengapa dirinya terus diperintahkan mendampingi Basri Kajang.

Menurutnya, Husniah Talenrang sangat khawatir apabila Basri Kajang meninggalkan Gowa.

“Ibu biasa bilang, jaga BK dengan baik-baik Becam. Nanti lari,” ujarnya.

Pernyataan itu kemudian menjadi perhatian anggota Pansus yang mempertanyakan alasan seorang kepala daerah begitu khawatir terhadap keberadaan seseorang yang disebut hanya sebagai konsultan.

Ketika ditanya apa yang ia rasakan melihat perhatian tersebut, Becam menjawab singkat.

“Menurut saya ada kasih sayang,” katanya.

Semua Keinginan BK Harus Dilayani

Kesaksian lebih rinci disampaikan oleh Bu Desa.

Ia mengaku selama berada di lingkungan rumah jabatan, dirinya bekerja hampir 24 jam untuk memenuhi kebutuhan Basri Kajang.

Bahkan, menurutnya, apa pun yang diinginkan Ombas harus segera dipenuhi.

“Saya di protokol 24 jam bekerja untuk melayani BK,” ungkap Bu Desa.

Ia menceritakan bagaimana dirinya harus menyiapkan makanan, mengatur kebutuhan harian hingga memenuhi permintaan-permintaan mendadak dari Basri Kajang.

“Kalau BK ada yang dia inginkan, saya siap. Mulai dari makanannya, minumannya, semuanya,” tuturnya.

Tak hanya itu, Bu Desa juga mengaku sering meninggalkan urusan keluarga demi menjalankan tugas tersebut.

Anaknya bahkan beberapa kali harus ditinggal sendiri karena dirinya dan suaminya diminta mendampingi Basri Kajang.

Sampai Menemani di Rumah Sakit

Perhatian khusus terhadap Basri Kajang juga terlihat ketika pria tersebut menjalani perawatan di rumah sakit.

Bu Desa mengaku dirinya yang menjaga Ombas selama beberapa hari.

“Om Bas pernah dirawat di Rumah Sakit Syekh Yusuf tiga malam. Saya yang menemani tiga malam,” katanya.

Bukan hanya menjaga, ia juga menyiapkan makanan khusus yang diminta Basri Kajang.

“Om Bas mau makan sayur bening, saya masakkan di rumah lalu saya bawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Merasa Hanya Menjalankan Perintah

Meski mengaku menjalankan semua kebutuhan Basri Kajang, Bu Desa menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan perintah sebagai bawahan yang loyal kepada pimpinan.

Ia mengaku pada awalnya tidak mengetahui secara pasti hubungan antara Husniah Talenrang dan Basri Kajang.

Namun seiring waktu, berbagai tugas yang diberikan membuat dirinya merasa Basri Kajang mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa.

“Kami hanya menjalankan perintah. Apa yang diminta, kami kerjakan,” katanya.

Kesaksian Becam dan Bu Desa menjadi salah satu bagian penting dalam sidang Pansus Hak Angket DPRD Gowa karena menggambarkan bagaimana sosok Basri Kajang disebut mendapatkan perhatian dan pelayanan khusus dari lingkaran terdekat Bupati Gowa.

Keduanya menegaskan seluruh keterangan yang disampaikan di hadapan anggota dewan merupakan kesaksian yang diberikan di bawah sumpah dan tanpa tekanan dari pihak mana pun.