tentang gotong royong dan kepedulian yang mengubah kehidupan masyarakat pelosok.
Bukan sekadar membangun jembatan, Kodim 1409/Gowa membuka akses baru yang selama ini menjadi harapan warga.
Pengerjaan jembatan tersebut resmi tuntas 100 persen pada Jumat (31/7/2026). Infrastruktur yang sebelumnya hanya menjadi impian masyarakat kini berdiri kokoh dan siap digunakan sebagai penghubung aktivitas warga sehari-hari.
Keberhasilan pembangunan ini lahir dari kolaborasi personel gabungan Yonzipur, Zibang, Yon TP, Babinsa Kodim 1409/Gowa, bersama masyarakat Desa Mamampang yang bergotong royong tanpa mengenal lelah.
Semangat kebersamaan menjadi kunci hingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.
Di balik keberhasilan tersebut, peran Komandan Kodim 1409/Gowa, Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi, menjadi sorotan.
Di bawah kepemimpinannya, pembangunan tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan fisik, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Menurut Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi, pembangunan Jembatan ARMCO merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam membantu percepatan pembangunan daerah.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh personel gabungan TNI, instansi terkait, dan khususnya masyarakat Desa Mamampang yang telah bergotong-royong tanpa kenal lelah,”Ungkap Gilang Nugraha Kresnadi.
“Pembangunan Jembatan ARMCO Tahap IV ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun daerah,” Sambungnya.
Rampungnya jembatan tersebut membawa harapan baru bagi warga Desa Mamampang.
Jika sebelumnya aktivitas masyarakat kerap terkendala saat melintasi Sungai Balang Buloa, kini akses transportasi menjadi lebih aman dan nyaman.
Keberadaan jembatan ini juga diyakini akan mempercepat distribusi hasil pertanian, mempermudah anak-anak menuju sekolah, hingga membuka peluang peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah Tombolopao.
Bagi Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi, keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari berdirinya sebuah jembatan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga bersama prajurit TNI menjadi bukti bahwa pembangunan akan lebih cepat terwujud ketika pemerintah, aparat, dan masyarakat berjalan dalam satu tujuan.
Jembatan ARMCO Tahap IV kini bukan sekadar infrastruktur penghubung, melainkan simbol hadirnya kepedulian TNI di tengah masyarakat, sekaligus menjadi jalan baru menuju kehidupan yang lebih mudah dan sejahtera bagi warga Desa Mamampang.










