Intiliputan, Gowa — Demi memulihkan akses mobilitas yang krusial bagi ekonomi desa, Warga Bissoloro Gowa Swadaya Perbaiki Jalan Bontorappo pada Kamis (16/4/2026).
Aksi gotong royong ini viral di berbagai mediasosial karena dilakukan tanpa mengandalkan anggaran pemerintah, melainkan murni dari kepedulian warga, pelaku wisata, dan pengusaha lokal di Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa.
Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat bersama pengelola wisata dan sejumlah pengusaha lokal. Aksi kolektif tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap kondisi infrastruktur desa yang dinilai mendesak untuk segera dibenahi.
Jalan Bontorappo merupakan akses vital bagi warga, baik untuk mobilitas harian maupun aktivitas ekonomi. Kerusakan jalan sebelumnya kerap menghambat distribusi barang serta kenyamanan perjalanan masyarakat.
Inisiatif perbaikan ini diprakarsai oleh Syarifuddin Siaba, Wakil BPD Desa Bissoloro yang juga mengelola kawasan wisata Hutan Pinus Selow.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya fasilitas umum yang layak.
“Ini murni inisiatif bersama. Kami melihat kondisi jalan sudah rusak dan perlu segera diperbaiki agar aktivitas masyarakat kembali lancar,” ujar Syarifuddin, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen mulai dari warga hingga pelaku usaha mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan di desa tersebut.
Selain memperlancar aktivitas warga, perbaikan jalan juga diharapkan memberi dampak positif bagi sektor pariwisata lokal.
Akses jalan yang lebih baik diyakini akan meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Hutan Pinus Selow, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Kalau aksesnya bagus, wisatawan tentu lebih nyaman datang. Dampaknya juga langsung dirasakan oleh warga,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, warga membagi tugas secara terorganisir. Sebagian mengangkut material, sementara lainnya melakukan perataan dan perbaikan badan jalan.
Dukungan dari pengusaha lokal turut memperkuat kegiatan, terutama dalam penyediaan material dan logistik.
Perbaikan dilakukan bertahap, menyesuaikan kondisi di lapangan. Meski dikerjakan secara swadaya, hasilnya dinilai cukup optimal berkat kerja sama yang solid.
Warga berharap semangat gotong royong ini terus terjaga dan dapat diterapkan dalam perbaikan fasilitas umum lainnya.
Syarifuddin pun mengajak masyarakat mempertahankan budaya kebersamaan tersebut sebagai kekuatan utama pembangunan desa.
“Harapan kami, kebersamaan seperti ini tetap terjaga dan bisa menjadi contoh untuk kegiatan lainnya di Desa Bissoloro,” tutupnya.

