Intiliputan, Gowa — Seruan menjaga kedamaian dan persatuan kembali digaungkan di tengah berbagai polemik yang berkembang di Kabupaten Gowa.
Salah satu tokoh adat Gowa, Andi Bau Malik, mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan segelintir pihak yang dapat memecah belah persatuan warga Butta Bersejarah.
Pernyataan tersebut disampaikan Andi Bau Malik
Ketua Majelis Pemangku Adat Tinggi Kerajaan Gowa saat berbincang bersama tokoh masyarakat dan pemerhati adat Gowa di sebuah warung kopi sederhana di kawasan Sungguminasa, Ahad (24/5/2026).
Menurutnya, masyarakat Gowa harus tetap mengedepankan nilai persaudaraan dan budaya “A’bulo Sibatangki” sebagai simbol persatuan masyarakat Gowa di tengah situasi politik dan berbagai isu yang berkembang.
“Gowa ini Butta Bersejarah dan beradat. Jangan sampai masyarakat dibenturkan demi kepentingan tertentu. Kita semua ingin Gowa tetap aman, damai, dan bermartabat,” ujarnya.
Ia mengakui saat ini Kabupaten Gowa sedang menghadapi sejumlah persoalan yang menjadi perhatian publik, mulai dari isu moralitas hingga polemik program pemerintah di sektor pendidikan.
Namun demikian, ia meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan seluruh proses penyelesaian kepada mekanisme hukum serta lembaga yang berwenang.
“Saya memahami kondisi pemerintahan Butta Gowa saat ini memang sedang tidak baik-baik saja.”tegasnya.
“Tetapi saya berharap masyarakat mempercayakan penanganannya kepada para wakil rakyat dan proses hukum yang sedang berjalan,” sambungnya.
Andi Bau Malik juga mengingatkan agar pihak luar tidak memperkeruh situasi maupun menjadi pemantik konflik di tengah masyarakat Gowa.
Menurutnya, menjaga stabilitas daerah jauh lebih penting dibanding memperbesar perpecahan yang dapat meresahkan masyarakat.
“Terlebih untuk orang dari luar kabupaten, saya tegaskan jangan coba-coba memicu dan mempertajam konflik yang sudah terjadi. Jangan ada yang menjadi promotor perpecahan di tanah Gowa,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, aktivis, hingga warga biasa untuk tetap menjaga persaudaraan dan menghormati proses yang sedang berlangsung di DPRD Kabupaten Gowa.
“Apapun persoalan yang ada, mari kita jaga persatuan sesama masyarakat Gowa. Hormati proses hukum dan penyelesaian yang sedang berjalan. Gowanu-Gowaku Ewako,” tutupnya.

