Komunikasi Anak
Ia juga mengungkapkan kondisi fisik putranya terus mengalami penurunan selama masa penyanderaan.
“Badannya sudah kurus, matanya kosong, pandangannya kosong, rambut dan jenggotnya sudah panjang. Pakaiannya juga sudah lusuh dan tidak karuan. Inilah yang menjadi keprihatinan saya sebagai orang tua,” katanya.
Dalam kondisi penuh harap, Syamsuddin mengaku telah mendatangi sejumlah ulama dan tokoh agama di Makassar untuk meminta doa demi keselamatan putranya.
“Saya sudah hubungi ulama-ulama dan para ustaz di Makassar. Saya sudah datangi dan minta doanya agar anak saya bisa diselamatkan dan dibebaskan,” tuturnya.
Kini, harapan keluarga tertuju kepada Pemerintah Indonesia, DPR RI, dan Presiden Republik Indonesia agar segera mengambil langkah konkret untuk membebaskan empat WNI yang masih disandera.
“Saya berharap kepada Bapak Presiden sebagai kepala negara. Anak saya adalah warga negara Indonesia yang pergi ke luar negeri untuk mencari nafkah,”Harapnya.

