Prihatin Nasib Bocah Kerap Mencuri, Polres Takalar Beri Santunan dan Pembinaan untuk Aldi di Lassang

IMG 20260522 WA0027
Kasat Reskrim Polres Takalar Iptu Haryanto bersama Unit PPA menyerahkan bantuan sembako dan uang santunan saat menjalankan program Pembinaan Anak Kasus Pencurian Takalar kepada Aldi (11) dan neneknya di Desa Lassang pada Jumat (22/5/2026). Langkah ini diambil kepolisian demi memulihkan kondisi sosial dan psikologis anak.

Intiliputan, Takalar — Jajaran Polres Takalar memberikan perhatian khusus terhadap seorang bocah berusia 11 tahun bernama Aldi yang kerap berurusan dengan pihak kepolisian karena beberapa kali melakukan pencurian di kampungnya di Desa Lassang, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Jum’at (22/5/2026)

Aldi diketahui hidup bersama neneknya, Kalasum Dg So’na (75), seorang lansia renta yang tidak memiliki penghasilan tetap dan hidup dalam kondisi serba kekurangan.

Sebagai bentuk kepedulian, Polres Takalar memilih langkah pembinaan dan pendekatan kemanusiaan dengan mengembalikan Aldi ke keluarganya agar dapat dibina dan menjalani kehidupan layaknya anak-anak pada umumnya.

Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Haryanto bersama Kanit PPA dan personel Sat Reskrim Polres Takalar, turun langsung mendatangi rumah Aldi dan neneknya di Desa Lassang.

Haryanto mengaku sangat prihatin melihat kondisi rumah serta kehidupan keluarga aldi dan neneknya itu.

“Kami melihat langsung kondisi Aldi bersama neneknya yang sangat memprihatinkan. Karena itu kami berharap semua pihak bisa ikut memperhatikan dan membantu pembinaan Aldi agar bisa berubah dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Iptu Harianto.

Dalam kunjungan tersebut, pihak Polres Takalar juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako yang terdiri dari beras, mi instan, telur, gula, dan minyak goreng, Selain itu, Aldi juga menerima pakaian lebaran serta amplop berisi bantuan uang saku untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami memberi kesempatan kepada Aldi untuk dibina bersama keluarganya. Harapannya dia bisa kembali belajar, tidak lagi mencuri, dan tumbuh seperti anak normal lainnya,” tambahnya.

Iptu Harianto juga meminta pemerintah desa serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat juga pihak terkait agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi Aldi dan neneknya yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Sementara itu, Kepala Desa Lassang, Jufri Dg Tutu, mengaku pihak desa selama ini terus memantau kondisi Aldi.

“Kami berharap semoga Aldi bisa segera direhabilitasi. Sebelumnya kami bersama penyidik polres takalar sudah koordinasi dengan Dinas Sosial takalar akan tapi katanya Sentra Pangurangi masih penuh,” ungkap Jufri.

Menurutnya, berdasarkan diagnosa dokter yg pernah memeriksa, Aldi dindiagnosa mengalami gangguan kejiwaan sehingga harus rutin mengonsumsi obat penenang dan mendapat pengawasan intensif.

“Sekarang Aldi dipantau 24 jam. Kami juga sudah pasang dua CCTV yang mengarah ke rumah neneknya untuk pengawasan,” jelasnya.

Jufri berharap Aldi dapat memperoleh penanganan rehabilitasi agar kondisinya membaik dan bisa kembali melanjutkan pendidikan dasar.

“Kami berharap Aldi bisa lebih baik ke depannya, bisa direhab, dan nantinya kembali sekolah agar masa depannya tidak hilang,”harapnya.

Kepala Desa juga ucapan Terima kasih atas kedatangan Polres Takalar yang menunjukkan sikap empati kepada masyarakat Desa Lassang Takalar.