News  

Puluhan Massa Geruduk Kantor Bupati Gowa, Tolak Bupati Gowa Lepas Jamaah Haji Gegara Isu Skandal

Avatar of Muhammad
Tolak Bupati Gowa Lepas Jamaah Haji.
Puluhan massa membentangkan spanduk dalam aksi Tolak Bupati Gowa Lepas Jamaah Haji di depan kantor bupati, di Jalan Masjid Raya, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu kabupaten gowa Sulawesi Selatan.pada Kamis (23/4/2026).

Intiliputan, Gowa — Gelombang protes terhadap kepala daerah kembali terjadi. Pada Kamis (23/4/2026) sore, puluhan massa yang menamakan diri sebagai mahasiswa dan masyarakat bergerak mengepung Kantor Bupati Gowa, Jalan Masjid Raya, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu.

Aksi ini membawa tuntutan spesifik yakni Tolak Bupati Gowa Lepas Jamaah Haji dengan alasan isu skandal yang menyeret integritas bupati.

Alasan Massa Tolak Bupati Gowa Lepas Jamaah Haji

​Aksi unjuk rasa yang dipimpin oleh Rahim ini merupakan bentuk desakan moral dari masyarakat. Dalam orasinya, massa secara spesifik Tolak Bupati Gowa Lepas Jamaah Haji karena menganggap tindakan tersebut tidak pantas secara etika.

“Kami menolak jika Bupati yang diduga terlibat skandal justru tampil melepas calon jamaah haji, itu tidak pantas secara etika,”Tegasnya.

Rahim dan para demonstran menilai bahwa seorang kepala daerah yang tengah diterpa isu skandal seharusnya tidak tampil dalam agenda keagamaan yang sakral demi menjaga kehormatan daerah.

“Aksi kami ini merupakan bentuk tekanan moral kepada pemerintah daerah agar merespons isu yang berkembang di tengah masyarakat.” Ujarnya.

“Kami hadir sebagai suara masyarakat yang resah. Ini bukan sekadar isu pribadi, tapi sudah menyangkut moral dan marwah daerah.” Sambung Rahim dalam orasinya.

Dalam aksi tersebut, massa melakukan orasi secara bergantian menggunakan pengeras suara (megaphone).

IMG 20260423 WA0045
Puluhan Massa Geruduk Kantor Bupati Gowa, Tolak Bupati Gowa Lepas Jamaah Haji Gegara Isu Skandal 3

Para demonstran membentangkan spanduk berukuran 4×1 meter bertuliskan, “Skandal Bupati Gowa adalah aib, masyarakat adat dan ulama Gowa jangan bungkam. Tertibkan pelaku zina yang merusak Gowa dan sejarah.”

Selain itu, massa juga membawa dua pamflet bertuliskan “Bupati Gowa tidak punya siri” dan “Menolak Bupati pezina melepas calon jamaah haji Kabupaten Gowa.”

Ia juga meminta pemerintah daerah tidak mengabaikan tuntutan yang terus disuarakan dalam beberapa aksi terakhir.

“Kami mendesak ada klarifikasi terbuka. Jangan ada pembiaran seolah tidak terjadi apa-apa. Kalau dibiarkan, ini bisa merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah,” tegasnya.

Aksi berlangsung singkat. Sekitar pukul 15.50 Wita, massa membubarkan diri secara tertib tanpa insiden.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi tersebut dilakukan secara spontan tanpa penyampaian surat pemberitahuan aksi (SPA) kepada pihak kepolisian.

Meski demikian, situasi selama kegiatan berlangsung tetap aman dan terkendali.

Sebelumnya, isu yang sama telah memicu aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Gowa serta Kantor Bupati Gowa dalam beberapa hari terakhir.

Massa terus menuntut adanya kejelasan dan respons resmi dari pihak terkait.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Gowa terkait tuntutan yang disuarakan oleh massa aksi.