Intiliputan, Gowa – Kasus dugaan perselingkuhan yang menyeret nama Bupati Gowa, Husniah Talenrang, terus memanas dan menjadi sorotan publik di Sulawesi Selatan.
Di tengah gelombang demonstrasi warga yang kembali mengepung kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gowa, Husniah juga dikabarkan dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan.
Pencopotan tersebut diputuskan melalui rapat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN Pada Kamis (7/5/2026).
Sementara posisi Husniah kemudian digantikan sementara oleh Ashabul Kahfi yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PAN Sulsel.
Situasi politik di Kabupaten Gowa sendiri dalam beberapa bulan terakhir terus memanas menyusul beredarnya isu dugaan hubungan terlarang antara Husniah Talenrang dengan seorang pria yang disebut sebagai konsultan politiknya.
Dugaan itu semakin ramai diperbincangkan setelah muncul klaim adanya rekaman video asusila yang diduga melibatkan keduanya.
Pada Kamis (7/5/2026), ratusan warga kembali turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Gowa di Jalan Masjid Raya, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Massa mulai memadati area kantor DPRD sejak pukul 14.00 WITA. Dalam aksinya, mereka membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar DPRD segera mengambil langkah tegas terkait dugaan perbuatan tercela yang dituduhkan kepada orang nomor satu di Kabupaten Gowa tersebut.
Aksi demonstrasi bahkan sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi terganggu. Massa beberapa kali memblokade akses jalan sambil menyampaikan orasi secara bergantian.
Koordinator lapangan aksi, Ishak, mengatakan kedatangan mereka untuk menagih janji DPRD Gowa yang sebelumnya berkomitmen membentuk panitia khusus (Pansus) guna mengusut dugaan pelanggaran moral yang menyeret nama Bupati Gowa.
“Hari ini kami kembali menggelar unjuk rasa untuk menagih janji DPRD Gowa yang pada pekan lalu berjanji segera membentuk pansus untuk mengusut dan menindak dugaan perbuatan tercela yang dilakukan Bupati Gowa,” kata Ishak saat dikonfirmasi.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan kejelasan dan sikap tegas dari DPRD karena kasus tersebut dinilai telah mencoreng nama baik Kabupaten Gowa.
Sekitar pukul 16.00 WITA, perwakilan massa akhirnya diterima sejumlah anggota DPRD Gowa untuk melakukan dialog di ruang rapat dewan.
Pertemuan berlangsung cukup alot karena massa meminta DPRD segera mengambil langkah konkret.
Dalam dialog tersebut, DPRD Gowa menyepakati akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) pada Senin (11/5/2026).
Sejumlah pihak yang dianggap berkaitan dengan persoalan tersebut rencananya akan diundang dalam forum tersebut.
“Kita akan bertemu lagi hari Senin karena memang sudah kami jadwalkan untuk rapat dengar pendapat. Tentunya kami akan mengundang semua pihak yang terkait dengan kasus ini,” kata Wakil Ketua Komisi I DPRD
Gowa, Hasrul Abdul Rajab, saat memimpin dialog dengan pengunjuk rasa.
Usai dialog, massa aksi menyerahkan sejumlah dokumen dan barang bukti yang mereka klaim autentik kepada DPRD Gowa.
Bukti tersebut disebut berkaitan dengan dugaan perselingkuhan yang kini menjadi perhatian publik.
Di tengah situasi tersebut, kabar pencopotan Husniah Talenrang dari jabatan Ketua DPW PAN Sulsel pun semakin menguatkan spekulasi publik bahwa kasus yang menyeret namanya berdampak pada posisi politiknya di internal partai.
Ketua Harian DPW PAN Sulsel, Andi Edy Manaf, membenarkan adanya pergantian kepemimpinan di tubuh PAN Sulsel.
Ia menyebut DPP PAN telah menunjuk Ashabul Kahfi sebagai pelaksana tugas ketua DPW.
“Iya benar, sekarang yang menjadi pelaksana tugas Ketua DPW PAN Sulsel adalah Ashabul Kahfi, sementara Husniah Talenrang ditarik ke pusat,” ujar Andi Edy Manaf saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (8/5/2026).
Meski demikian, pihak PAN belum menjelaskan secara rinci alasan pencopotan Husniah dari jabatan strategis tersebut.
Padahal, Husniah belum genap setahun menjabat sebagai Ketua DPW PAN Sulsel. Pergantian mendadak itu pun memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Tidak sedikit pihak yang mengaitkan keputusan DPP PAN dengan kisruh dugaan perselingkuhan yang saat ini ramai menjadi perbincangan publik.
Sementara itu, hingga kini Husniah Talenrang belum memberikan pernyataan secara langsung terkait isu yang menyeret namanya.
Pemerintah Kabupaten Gowa melalui bagian Humas sebelumnya telah membantah tudingan perselingkuhan tersebut.
Namun demikian, massa aksi mengklaim memiliki rekaman video asusila yang diduga melibatkan Husniah dengan pria yang disebut sebagai konsultan politiknya.
Klaim itulah yang kemudian memicu gelombang demonstrasi berulang di Kabupaten Gowa dalam beberapa hari terakhir.
Kasus ini diperkirakan masih akan terus bergulir, terlebih DPRD Gowa berencana menggelar rapat dengar pendapat pada pekan depan untuk membahas tuntutan masyarakat terkait dugaan skandal tersebut.
