Intiliputan, Makassar – Kapolrestabes Makassar, Kombespol Arya Perdana menegaskan perang terhadap aksi geng motor yang kembali meresahkan warga Kota Makassar belakangan ini.
Dalam apel gabungan dan razia besar-besaran di pertigaan Jalan AP Pettarani–Jalan Sultan Alauddin, Selasa 11 Mei 2026 pukul 01.30 wita dini hari tadi, Kapolrestabes Makassar meminta seluruh jajarannya bergerak masif dan tidak lengah menghadapi situasi kamtibmas yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Ia menyiapkan sebanyak sekitar 300 personel gabungan diterjunkan untuk melakukan patroli, penyekatan hingga razia kendaraan yang diduga terkait aktivitas geng motor.
Langkah itu dilakukan menyusul rentetan aksi brutal geng motor di sejumlah titik di Makassar, termasuk penyerangan menggunakan parang terhadap seorang bocah 13 tahun di kawasan Jalan Abu Bakar Lambogo (Ablam), Kecamatan Makassar.
“Kita menyikapi perkembangan situasi kamtibmas terkini di Kota Makassar. Kita lihat ada beberapa kejadian yang meresahkan masyarakat,”Ungkap Arya Kepad Awak Media Usai Apel.
“Jadi sebenarnya setiap hari kami melaksanakan patroli bersama-sama untuk mengantisipasi gerakan-gerakan geng motor,” sambungnya.
Menurutnya, operasi kali ini sengaja dibuat lebih masif untuk menekan ruang gerak kelompok geng motor yang kerap beraksi pada malam hingga dini hari.
“Hari ini kami lebih masifkan lagi dan dikoordinir untuk melaksanakan razia dan penindakan terhadap para geng motor. Seluruh jajaran personil Polrestabes Makassar termasuk Polsek jangan ada yang tidur, sampai pagi kita jaga.”Tegasnya.
“Mudah-mudahan dengan tindakan semacam ini mereka tidak lagi melakukan hal-hal yang meresahkan masyarakat, apalagi sampai melakukan tindak pidana,” Lanjutnya.
Kapolrestabes menegaskan polisi tidak akan ragu mengambil tindakan keras apabila para pelaku melakukan kekerasan ataupun melawan petugas saat diamankan.
“Tindakan tegas selalu. Kalau mereka mau melakukan tindak pidana, apalagi sampai melawan petugas atau menyakiti masyarakat, pasti kita lakukan tindakan tegas,” tegas Arya.
Ia menyebut sebagian pelaku penyerangan di beberapa kawasan telah diamankan dan saat ini masih dalam proses pengembangan sebelum dirilis resmi kepada publik.
Kasus di Ablam sendiri sempat menghebohkan warga setelah seorang bocah bernama Hilal (13) diserang secara brutal oleh kelompok geng motor saat sedang nongkrong bersama temannya di pinggir jalan.
Korban mengalami luka sabetan parang dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Rekaman CCTV penyerangan juga sempat viral di media sosial.
“Korban dirawat dan sudah mulai membaik. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Untuk pelaku semoga cepat diamankan,”Harapnya.
Arya mengungkapkan mayoritas anggota geng motor yang diamankan masih berusia sangat muda, bahkan sebagian besar masih di bawah umur.
“Yang kami sayangkan, anggota geng motor yang rolling ini rata-rata di bawah umur. Umur 13, 14, 15 sampai 16 tahun,” ungkapnya.
Karena itu, ia meminta para orang tua lebih ketat mengawasi anak-anak mereka, terutama pada malam hari.
“Kami menghimbau kepada orang tua, kalau memang anak-anaknya masih berusia dini jangan dibiarkan keluar rumah sampai di atas jam 12 malam.”Pungkasnya.
“Ini untuk memperkecil kemungkinan adanya korban ataupun tindakan kriminal yang dilakukan anak-anak di bawah umur,” lanjutnya.
Meski banyak pelaku berstatus anak di bawah umur, Arya memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Tidak ada kendala sebenarnya. Anak di bawah umur tetap diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Kecuali memang di bawah 12 tahun harus dikembalikan ke orang tuanya,” jelasnya.
Dalam operasi tersebut, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap puluhan kendaraan roda dua yang dicurigai digunakan untuk konvoi ataupun aksi penyerangan.
Kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat maupun pengendara yang belum memiliki SIM akan ditindak.
“Kalau kendaraan lengkap surat-suratnya silakan diambil. Tapi kalau tidak punya SIM atau tidak punya hak mengendarai, nanti orang tuanya yang kami minta datang bersama guru, RT/RW, lurah dan camat setempat. Semua harus bertanggung jawab terhadap keadaan anak-anak ini,” katanya.
Kapolrestabes menambahkan pola patroli dilakukan secara mobile dan rolling di sejumlah titik rawan, termasuk wilayah perbatasan Kota Makassar untuk mencegah masuknya kelompok geng motor dari luar daerah.
“Semua kita lakukan, baik mobile maupun rolling. Kami juga berada di perbatasan supaya mereka tidak masuk Kota Makassar,” pungkasnya.
