Viral, Truk Pengangkut Pasir Hanyut Dilokasi Tambang Galian C di Sungai Jeneberang

IMG 20260521 WA0031
Sebuah video memperlihatkan sebuah truk hanyut terbawa arus deras Sungai Jeneberang dilokasi tambang galian C di kawasan Kampung Bontojai, Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Rabu sore (20/5/2026).

Intiliputan, Gowa — Sebuah video memperlihatkan sebuah truk hanyut terbawa arus deras Sungai Jeneberang dilokasi tambang galian C di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Kampung Bontojai, Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Rabu sore (20/5/2026).

Video kejadian tersebut kemudian viral di berbagai platform media sosial.

Bahkan didalam rekaman video amatir tersebut, terlihat derasnya arus sungai menyeret truk yang berada di area aktivitas tambang galian C di sekitar aliran Sungai Jeneberang.

Kepala BPBD Gowa, Wahyuddin membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan kejadian dipicu meningkatnya debit air sungai akibat hujan deras di wilayah hulu atau dataran tinggi.

“Iye, kemarin sore kejadiannya. Tapi sekarang sudah amanmi,” ujar Wahyuddin saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, curah hujan tinggi di kawasan pegunungan membuat volume air Sungai Jeneberang meningkat secara tiba-tiba hingga menyeret salah satu truk yang berada di lokasi tambang.

“Volume air meningkat di sungai akibat hujan deras di hulu beberapa hari terakhir,” katanya.

Wahyuddin menjelaskan terdapat dua unit truk di lokasi saat kejadian. Satu truk berhasil dipindahkan ke tempat aman, sementara satu unit lainnya hanyut terbawa arus sungai.

“Jadi ada satu truk hanyut, tapi hari ini sudah ditemukan. Korban jiwa nihil,” bebernya.

Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu laporan lebih rinci terkait posisi akhir kendaraan tersebut usai ditemukan.

“Kalau itu posisi truk belum ada laporan lebih rinci karena ada dua truk. Yang satu bisa bergerak ke tempat aman dan yang satu hanyut. Tapi truk yang hanyut sudah ditemukan hari ini,” sambung Wahyuddin.

BPBD Gowa juga mengingatkan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di daerah aliran sungai (DAS), khususnya di kawasan Sungai Jeneberang, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Menurut Wahyuddin, berdasarkan informasi BMKG, perubahan cuaca di bulan Mei masih berpotensi memicu hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah dataran tinggi.

“Jadi ada peringatan dini yang dikeluarkan BMKG untuk antisipasi bencana hidrometeorologi,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat dan para pekerja tambang agar berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai ketika hujan turun di wilayah hulu.

“Kami harap masyarakat tetap waspada dalam kegiatan atau beraktivitas di DAS, khususnya di Sungai Jeneberang. Karena curah hujan di wilayah dataran tinggi cukup tinggi sehingga ada peningkatan debit air di daerah hulu,” tutupnya.