DPRD Gowa Beri Waktu Tiga Hari kepada Bupati Untuk Klarifikasi Dugaan Perselingkuhan dan Perzinahan yang Menimpanya

Avatar of Muhammad
spc 20260512 000503 png
Anggota DPRD Gowa: Abdul Kadir Tulo

Intiliputan, Gowa — Unjuk rasa puluhan mahasiswa terkait dugaan perselingkuhan yang menyeret nama Bupati Gowa, Husniah Talenrang, di depan kantor DPRD Kabupaten Gowa, Senin (11/5/2026), diwarnai kericuhan.

Massa aksi sempat terlibat adu jotos, saling dorong dan kejar-kejaran dengan sejumlah kelompok organisasi masyarakat (ormas) yang berada di lokasi.

Beruntung, aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Gowa bersama ratusan personel pengamanan sigap mengendalikan situasi sehingga bentrokan lebih besar berhasil dihindari.

Meski sempat ricuh, fokus utama aksi mahasiswa tetap menyoroti desakan agar DPRD Kabupaten Gowa mengambil langkah tegas terkait dugaan perselingkuhan yang belakangan ramai diperbincangkan publik dan memicu gelombang demonstrasi di Kabupaten Gowa.

Dalam rapat dengar pendapat yang digelar di DPRD Kabupaten Gowa pada hari yang sama, anggota DPRD Gowa, Abdul Kadir Tulo, menyatakan pihak legislatif meminta Bupati Gowa segera memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut.

Menurut Abdul Kadir Tulo, DPRD memberikan waktu selama tiga hari kepada Bupati Gowa untuk menyampaikan penjelasan kepada publik agar polemik yang berkembang tidak semakin meluas di tengah masyarakat.

“DPRD meminta agar persoalan ini segera diklarifikasi oleh Bupati Gowa dalam waktu tiga hari ke depan supaya situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan,” ujarnya usai rapat dengar pendapat.

Ia menegaskan, DPRD Kabupaten Gowa tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun klarifikasi dianggap penting mengingat persoalan tersebut sudah menjadi perhatian luas masyarakat.

Selain isu perselingkuhan dan perzinahan, sejumlah masalah juga di sampaikan di RDP. Seperti pemutusan biasiswa hingga pengadaan seragam sekolah yang diduga terjadi dugaan korupsi.

Sementara itu, aksi demonstrasi yang berlangsung di depan kantor DPRD Gowa sempat memanas ketika sejumlah massa ormas mendatangi lokasi unjuk rasa. Ketegangan terjadi saat kedua kubu saling terpancing emosi hingga nyaris bentrok.

spc 20260512 000438
Aksi demonstrasi yang berlangsung di depan kantor DPRD Gowa sempat memanas ketika sejumlah massa ormas mendatangi lokasi unjuk rasa.

Petugas kepolisian yang berjaga langsung membentuk barikade untuk memisahkan kedua kelompok massa. Kapolres Gowa turun langsung menenangkan situasi dan meminta seluruh pihak menahan diri agar tidak terjadi bentrokan fisik.

Kericuhan akhirnya dapat diredam setelah massa mahasiswa membubarkan diri secara tertib dan kelompok ormas diarahkan meninggalkan lokasi oleh aparat keamanan.

Aksi demonstrasi tersebut merupakan lanjutan dari gelombang protes masyarakat dan kelompok pemuda yang menuntut adanya penyelesaian atas dugaan kasus perselingkuhan yang menyeret nama orang nomor satu di Kabupaten Gowa itu. Bahkan, belakangan muncul tuntutan pemakzulan yang terus bergulir di ruang publik.