Nobar Film “Pesta Babi” di Ponpes Darul Aman Lengkese Didatangi Aparat, Panitia Diminta Batalkan Pemutaran

Avatar of Muhammad
IMG 20260518 WA0008
Aparat TNI, kepolisian, kepala dusun, serta petugas keamanan dusun mendatangi lingkungan pesantren agar tidak nobar Film Pesta Babi. Kamis malam (14/05/2026) sekitar pukul 20.15 WITA.

Intiliputan, Takalar — Rencana kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul “Pesta Babi” di Pondok Pesantren Darul Aman Lengkese, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menuai perhatian aparat keamanan dan pemerintah setempat.

Berdasarkan laporan kronologi yang diterima, aparat gabungan yang terdiri dari unsur TNI, kepolisian, kepala dusun, serta petugas keamanan dusun mendatangi lingkungan pesantren pada Kamis malam (14/05/2026) sekitar pukul 20.15 WITA.

Kedatangan mereka disebut untuk melakukan koordinasi dan klarifikasi terkait agenda pemutaran film dokumenter tersebut yang rencananya digelar di aula pesantren.

Dalam pertemuan itu, pihak pesantren menjelaskan bahwa kegiatan nobar digagas sebagai ruang edukasi dan pembelajaran analitis bagi santri maupun alumni.

Film tersebut disebut akan dijadikan bahan diskusi terkait isu kerusakan lingkungan, etika konservasi, hingga realitas sosial di tengah masyarakat.

Pihak pesantren juga menegaskan kegiatan itu tidak memiliki muatan provokasi politik maupun agenda tertentu di luar konteks pendidikan dan diskusi ilmiah.

Meski demikian, aparat disebut meminta agar film dokumenter “Pesta Babi” tidak diputar.

Permintaan itu disampaikan dengan alasan film tersebut dinilai masih kontroversial dan dikhawatirkan dapat memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Selain meminta pembatalan pemutaran, aparat dan pemerintah desa juga menyarankan panitia untuk mengganti tontonan dengan film dokumenter lain yang tetap mengangkat tema lingkungan namun dianggap lebih aman dan tidak menimbulkan polemik.

Pertemuan antara pihak pesantren, aparat keamanan, dan pemerintah desa berlangsung cukup lama hingga sekitar pukul 22.08 WITA. Suasana diskusi disebut berlangsung kondusif sebelum akhirnya ditutup dengan penyampaian imbauan dari aparat kepada panitia kegiatan.

Hingga kini, pihak Pondok Pesantren Darul Aman Lengkese dikabarkan masih akan membahas langkah selanjutnya melalui rapat internal bersama panitia dan pimpinan pesantren terkait kelanjutan agenda nobar tersebut.